Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Sering Diajak Berdiskusi soal Sosok Caketum PPP, Gus Ipul: Masih Banyak Figur Lain

Bagikan
21 Mei 2025 | Author : Redaksi
Foto: Inilah.com/Vonita Betalia
Dia berpendapat bahwa masih banyak figur lain yang dianggap lebih layak untuk memimpin partai dengan lambang Ka'bah itu, baik dari dalam maupun luar PPP.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, mengungkapkan bahwa namanya sering muncul setiap kali menjelang muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai calon ketua umum.

"Saya selalu menjadi sorotan setiap kali ada muktamar PPP. Ini bukan hal baru, selalu saja demikian. Dan biasanya akan menghilang begitu saja, jadi tidak perlu terkejut," ujar Gus Ipul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 20 Mei 2025.

Dia berpendapat bahwa masih banyak figur lain yang dianggap lebih layak untuk memimpin partai dengan lambang Ka'bah itu, baik dari dalam maupun luar PPP.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan dirinya mendorong adanya wajah baru atau tokoh dari luar partai untuk memimpin PPP, Rabu (15/5/2025).

Dia mengatakan dirinya sudah banyak mendengar nama-nama besar di luar PPP yang dikabarkan sebagai calon Ketua Umum PPP, diantaranya Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Dudung Abdurachman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto.

Sementara dari internal PPP, dia hanya mendengar tiga nama besar yang muncul, yakni Sandiaga Uno, Sekjen Arwani Thomafi dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).
Baca Juga
• Gibran Terima SK Golkar Sebagai Calon Wakil Presiden
• Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Ini Komentar Jokowi Pada Ganjar
• Bertemu Prabowo, Kemlu Yordania Luncurkan Situs Web Khusus KTT Gaza
• Kaesang Jadi Ketum PSI, Ini Komentar Politisi PDIP
• Program Tapera Jokowi Bikin Heboh Rakyat, Ma'ruf Amin Ungkap Hal Ini
#GusIpul #Berdiskusi #Caketum #PPP #politik #pemerintah
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.