Kemensos Libatkan 2.000 Taruna TNI-Polri Dampingi Siswa Sekolah Rakyat

Bagikan
06 Agustus 2026 | Author :
Foto: Amiriyandi/InfoPublik
Kementerian Sosial melibatkan 2.000 taruna TNI dan Polri untuk mendampingi siswa di 178 Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan memperkuat pembentukan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan peserta didik.
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) melibatkan sekitar 2.000 taruna TNI dan Polri untuk mendampingi siswa di 178 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik sejak awal masa pembelajaran di sekolah berasrama tersebut.

Program pendampingan dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan. Kehadiran para taruna diharapkan dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui konsep sekolah berasrama, peserta didik memperoleh layanan pendidikan formal yang dipadukan dengan pembinaan karakter, penguatan keterampilan hidup, serta pemenuhan kebutuhan dasar selama mengikuti proses belajar.

Kemensos menjelaskan bahwa keterlibatan taruna TNI dan Polri bukan untuk menerapkan pendidikan bergaya militer, melainkan memberikan pendampingan dalam membangun kebiasaan positif, seperti kedisiplinan, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, dan sikap mandiri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.

Sebanyak 178 Sekolah Rakyat yang menjadi lokasi program telah mulai menerima siswa dari berbagai daerah. Pada masa awal kegiatan belajar, para taruna akan mendampingi peserta didik dalam proses adaptasi terhadap kehidupan berasrama, termasuk pengenalan tata tertib, rutinitas harian, hingga pembiasaan hidup sehat dan tertib.

Pemerintah menilai kolaborasi lintas lembaga ini menjadi salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan karakter siswa. Selain aspek akademik, Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki integritas, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui program tersebut, Kemensos berharap para siswa tidak hanya memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, tetapi juga memiliki bekal karakter dan keterampilan yang dapat membantu mereka meningkatkan kualitas hidup di masa depan. Pendampingan dari para taruna diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Keterlibatan TNI dan Polri dalam Sekolah Rakyat menjadi bagian dari sinergi antarinstansi pemerintah untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang belajar yang mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Baca Juga
• Tingkatkan Pesawat Presiden, Komisi I DPR: Efisiensi tak Sasar Anggaran Perawatan
• Belum Ada Suppres, Dasco Tegaskan DPR Tak Terima Surat Pergantian Kapolri
• Legislator Daerah Ikut Kelola Dapur MBG, Etiskah?
• Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia
• Pidato RAPBN 2027, Prabowo Sempat Salah Ucap soal Gaji Guru
#kemensos #sekolahrakyat #tnipolri #pendidikanindonesia #pembentukankarakter #taruna #kemensosri #an
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.