Prabowo Instruksikan Bunga PNM Turun di Bawah 9 Persen untuk Ringankan Beban UMKM

Bagikan
14 Mei 2026 | Author :
Foto: Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat
Presiden Prabowo Subianto meminta bunga pembiayaan PNM turun di bawah 9 persen guna membantu pelaku UMKM dan masyarakat prasejahtera memperoleh akses modal lebih ringan.
Presiden Prabowo Subianto meminta suku bunga pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) diturunkan hingga berada di bawah 9 persen. Instruksi tersebut disampaikan sebagai upaya pemerintah meringankan beban pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya masyarakat prasejahtera yang mengakses pembiayaan ultra mikro.

Kebijakan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri agenda ekonomi kerakyatan bersama pelaku UMKM dan jajaran kementerian terkait. Presiden menilai akses pembiayaan dengan bunga rendah menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sektor usaha kecil di tengah tantangan ekonomi global.

Prabowo mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat kecil memperoleh akses modal yang lebih ringan dan terjangkau. Menurutnya, keberadaan program pembiayaan ultra mikro harus benar-benar mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga tinggi.

“Kalau bisa di bawah 9 persen,” ujar Prabowo saat memberikan arahan terkait pembiayaan PNM.

Instruksi tersebut langsung mendapat perhatian publik karena dinilai menjadi sinyal keberpihakan pemerintah terhadap sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

PNM sendiri dikenal sebagai lembaga pembiayaan yang fokus memberikan akses modal kepada perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro melalui program seperti Mekaar. Program itu telah menjangkau jutaan nasabah di berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah menilai sektor UMKM memiliki peran besar dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional, terutama saat kondisi ekonomi global menghadapi ketidakpastian. Karena itu, dukungan pembiayaan dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan usaha kecil tetap berjalan.

Selain menyoroti bunga pinjaman, Prabowo juga meminta agar proses penyaluran pembiayaan dilakukan secara tepat sasaran dan tidak memberatkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa program ekonomi kerakyatan harus mampu menciptakan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.

Sejumlah ekonom menilai penurunan bunga pembiayaan ultra mikro dapat membantu meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis. Namun, kebijakan tersebut juga dinilai perlu diimbangi dengan penguatan pendampingan usaha agar kualitas kredit tetap terjaga.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong perluasan akses pembiayaan inklusif bagi masyarakat kecil melalui berbagai program kredit dan bantuan modal usaha.

Instruksi Presiden terkait bunga PNM ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet berharap kebijakan tersebut benar-benar dapat direalisasikan dan memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Baca Juga
• Prabowo Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik Iran–AS
• Pemerintah Diminta Atasi Kemiskinan dengan Produktifitas Tak Hanya Sekedar Bansos
• DPR Dorong Revisi UU P2SK, Independen BI, OJK, dan LPS Terancam Terganggu
• Humor di Sertijab Menpora: Dito Ariotedjo Sindir Isu Ijazah Erick Thohir di Hadapan Roy Suryo
• Investigasi Kasus Ledakan Amunisi di Garut Sempat Dihentikan, TNI AD: Warga Sipil Harus Diutamakan
#prabowo #pnm #umkm #ekonomikerakyatan #bungapinjaman #mekaar #beritaekonomi #politikindonesia #pemb
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.