Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

UU BUMN Butuh Aturan Turunan, Erick Thohir: Jangan Sampai Tabrakan

Bagikan
29 April 2025 | Author : Redaksi
Foto: Inilah.com/Rizki
UU BUMN yang baru disetujui ini masih berada pada tahap awal. Oleh karena itu, beragam ketentuan teknis—termasuk tentang status hukum posisi di BUMN—perlu disusun secara detail dari awal agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal disertai dengan peraturan pelaksana. Peraturan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa posisi Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas dalam BUMN tidak termasuk dalam kategori penyelenggara negara.

Pernyataan tersebut diungkapkan Erick setelah menjalin pertemuan dengan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyatakan bahwa penyusunan peraturan pelaksana adalah bagian dari upaya untuk menyelaraskan dengan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), guna menghindari duplikasi kewenangan dan pelaksanaan tugas.

“Alasan kita melakukan sinkronisasi dengan KPK, Kejaksaan, BPK, adalah untuk memastikan bahwa semuanya berlangsung dengan transparan, serta adanya juklak-juklak mengenai tugas yang lebih spesifik,” terang Erick di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (29/4/2025).

Ia menambahkan bahwa UU BUMN yang baru disetujui ini masih berada pada tahap awal. Oleh karena itu, beragam ketentuan teknis—termasuk tentang status hukum posisi di BUMN—perlu disusun secara detail dari awal agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.

“Iya pasti (definisi turunan). Ini kan namanya baru lahir. Baru lahir, belum jalan. Justru kita rapikan sebelum jalan, daripada nanti ikut geng motor tabrak-tabrakan, mendingan kita rapikan,” ucapnya.

Namun demikian, Erick belum bersedia menjelaskan lebih jauh mengenai bentuk aturan turunan tersebut sebelum proses sinkronisasi rampung. Ia khawatir penjelasan prematur akan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Iya itu UU-nya ada definisinya, tapi tentu ini yang kita harus sinkronisasi. Saya tidak mau terlalu mendetailkan, nanti ada perbedaan persepsi yang jadi polemik baru. Nah, ini yang kita tidak mau, kenapa sejak awal kita langsung rapatkan,” sambung Erick.

Sebagai informasi, UU BUMN yang disahkan tahun ini mencantumkan ketentuan baru yang menyatakan bahwa Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN bukanlah penyelenggara negara.

Ketentuan ini tertuang secara eksplisit dalam Pasal 9G, yang berbunyi: "Anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN bukan merupakan penyelenggara negara."

Sementara itu, Pasal 87 angka 5 menegaskan bahwa pegawai BUMN juga tidak termasuk penyelenggara negara, selama proses pengangkatan dan pemberhentiannya mengacu pada peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.
Baca Juga
• Bapanas: Pertumbuhan Ekonomi Bergantung Pada Kestabilan Pangan
• Program MBG Harus Profesional dan Fokus Berdayakan UMKM
• Prabowo Akan Hadari Peringatan Hari Buruh
• Ingin Putus Rantai Kemiskinan, Kemensos akan Buka Sekolah Rakyat Tingkat SD hingga SMA di Jember
• Dikritik Partai Buruh, Menaker Yassierl Cocokkan Angka PHK dengan BPJS Ketenagakerjaan
#UU #BUMN #ErickThohir #GengMotor #pemerintah #kabintmerahputih
BERITA LAINNYA
Politik Gaya Komunikasi Istana Dinilai Angkuh, Wamentan Keluhkan Program dan Capaian tak Terpublikasi
Politik PAN: Prabowo tak Usah Dengarkan Suara Sumbang Yang Memprovokasi Pemerintah
Politik Kurangi Ketergantungan Impor, DPR Dorong Revisi UU Pangan untuk
Infotainment Sindir Ayu Soraya, Dinar Candy : Semua Orang Butuh Endorse
Politik Geledah Rumah Mentei Pertanian, KPK Temukan Uang Pulihan Miliar
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.