Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Gaya Kepemimpinan Intensif, Prabowo Akui Sering Hubungi Menteri Sejak Dini Hari

Bagikan
31 Maret 2026 | Author : Redaksi
Foto: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama para menteri kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto mengaku sering menelepon menteri pada dini hari untuk memastikan kinerja dan kondisi lapangan. Ia menyebut dirinya sebagai micromanager.
Prabowo Subianto mengungkapkan gaya kepemimpinannya yang intens dalam mengawasi kinerja para menteri. Ia mengaku kerap menghubungi jajaran kabinet pada waktu-waktu tidak biasa, termasuk dini hari hingga pagi buta, demi memastikan kebijakan berjalan sesuai rencana.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam sebuah forum bisnis internasional di Tokyo pada akhir Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo secara terbuka menyebut dirinya sebagai seorang “micromanager”, yakni pemimpin yang terlibat langsung hingga ke detail teknis pelaksanaan kebijakan.

“Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 pagi atau jam 5 pagi,” ujar Prabowo dalam pernyataannya, menggambarkan intensitas komunikasi yang ia bangun dengan para pembantunya di kabinet.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini, terutama terkait kondisi lapangan seperti harga kebutuhan pokok dan implementasi program pemerintah. Ia ingin memastikan bahwa laporan yang diterima tidak sekadar administratif, melainkan benar-benar mencerminkan realitas di masyarakat.

Namun demikian, Prabowo juga mengakui bahwa pendekatan tersebut memiliki konsekuensi. Ia menyebut beberapa menteri mengalami kelelahan akibat tingginya tuntutan kerja dan ritme komunikasi yang tidak mengenal waktu. Dalam pernyataannya, ia bahkan sempat menyinggung adanya pejabat yang hampir pingsan di depan umum.

Gaya kepemimpinan yang sangat detail ini memunculkan beragam respons. Sebagian kalangan menilai pendekatan tersebut mencerminkan keseriusan dalam mengawal program pemerintah. Di sisi lain, tidak sedikit yang menyoroti potensi kelelahan kerja di kalangan pejabat negara, yang pada akhirnya dapat memengaruhi efektivitas kinerja.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa keseimbangan antara pengawasan ketat dan manajemen kerja yang sehat menjadi kunci penting dalam memastikan roda pemerintahan berjalan optimal. Intensitas komunikasi memang diperlukan, namun tetap harus memperhatikan aspek keberlanjutan kerja tim.

Fenomena ini juga menyoroti dinamika baru dalam gaya kepemimpinan pemerintahan Indonesia, di mana kontrol langsung dari pemimpin tertinggi semakin terlihat dalam operasional sehari-hari kabinet.

Ke depan, efektivitas pendekatan ini akan sangat bergantung pada bagaimana koordinasi antar kementerian tetap terjaga, tanpa mengorbankan kesehatan dan produktivitas para pejabat yang menjalankan kebijakan di lapangan.
Baca Juga
• Kepercayaan Publik Bisa Hilang Jika Prabowo Terus Dibawah Bayang-bayang Jokowi
• Bahas RUU Polri, Kompolnas Adakan Rapat Khusus dengan Kemenko Polhukam
• Dukung Kebijakan Presiden terkait Efisiensi Anggaran, DPD: Cegah Kebocoran Anggaran Pemerintah Pusat
• Pamit Undur Diri Dari Walikota Solo, Gibran akan Segera Tinggal di Jakarta
• Balik Kanan, Misbakhun: Yang Utama Tetap Kepentingan Partai dan Negara
#prabowo #kabinet #kepemimpinan #politikindonesia #beritahariini #pemerintahan #kebijakanpublik #isu
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.