Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Marak Dokter PPDS Cabul, Kemenkes Janji Benahi Sistem Pendidikan Kedokteran dengan Standar Dunia

Bagikan
29 April 2025 | Author : Redaksi
Foto: Inilah.com/Reyhanaah
Peserta pendidikan dapat bekerja lebih dari 20 jam dalam sehari, seperti pada kondisi darurat, tetapi mereka diwajibkan untuk beristirahat pada hari berikutnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan akan memperbaiki sistem pelatihan dokter spesialis guna menghindari praktik perundungan yang sering terjadi di berbagai rumah sakit pendidikan.

Budi mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama perundungan adalah ketidakjelasan dalam status mahasiswa, yang membuat mereka rentan terhadap perlakuan yang tidak adil.

Oleh karena itu, Kemenkes berencana untuk menerapkan standar baru yang mengadopsi model dari Accreditation Council for Graduate Medical Education International (ACGME-I).

"Menurut ACGME-I, alasan mengapa perundungan sering terjadi adalah karena dalam sistem pendidikan ini terlalu banyak hal yang tidak diatur dan dianggap sebagai siswa tanpa hak. Namun, jika mereka dipekerjakan dengan kontrak, maka aturannya lebih ketat, tidak boleh bekerja lebih dari 80 jam dalam seminggu," ujar Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/4/2025).

Ia juga menambahkan bahwa dalam situasi tertentu, peserta pendidikan dapat bekerja lebih dari 20 jam dalam sehari, seperti pada kondisi darurat, tetapi mereka diwajibkan untuk beristirahat pada hari berikutnya.

Semua aturan ini, Budi menerangkan kini dimasukkan dalam kontrak resmi peserta dengan rumah sakit pendidikan.

"Semua rumah sakit yang akan jadi rumah sakit pendidikan, kita bawa ke Amerika, kita latih, begini jadi rumah sakit pendidikan standar dunia. Dan nanti diakreditasi oleh mereka. Kita untuk rumah sakit sebagai pendidikan pakainya ACGMEI," jelas Budi.

Selain soal jam kerja, Budi juga mengungkapkan perubahan besar dalam sistem evaluasi kelulusan dokter spesialis. Ia menilai, selama ini kelulusan kerap dipengaruhi oleh subjektivitas senior, bukan semata berdasarkan kompetensi medis yang terukur.

"Dulu lulus nggak lulus susah kalau dokter spesialis. Nggak lulus kenapa? Saya nggak suka. Nanti nggak. Kita lihat, melakukan operasi usus buntu, bener nggak operasinya, berhasil atau nggak. Kalau dari 10 berhasil 10, ya dia lulus. Semua berbasis sistem dan diawasi dua orang," tuturnya.
Baca Juga
• Live Streamer Terkena Stroke saat Siaran Langsung di TikTok
• Selain Korban, Kondisi Psikologis Pelaku Perundungan Perlu Diperhatikan
• 5 Tips Ampuh agar Tidak Susah Bangun Pagi, Gak Bakal Kesiangan Lagi
• 5 Minuman Segar Dikala Cuaca Panas, Bagus Untuk Tubuh!
• Manfaat dan Cara Penggunaan Cuka Apel Untuk Perawatan Tubuh
#Dokter #Cabul #Kemenkes #sistem #Pendidikan #Kedokteran #Standar #Dunia
BERITA LAINNYA
Pemerintahan Kritik Terhadap Kinerja KPU: Reformasi Kelembagaan Diperlukan untuk Memperkuat Demokrasi
Dalam Negeri Gitaris Band Legendaris Seringai Ricky Siahaan Meninggal Mendadak Saat Tur di Tokyo
Kesehatan Orang Tua Butuh Dukungan Psikologis Dampingi Anak Penderita Kanker
Infotainment Ini Kondisi Cipung terkini setelah dibawa ke Rumah Sakit
Kesehatan Kenali Tanda Tantrum tak Normal pada Anak, Begini Cara Mengatasinya
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.