Dedi Mulyadi Siapkan Upah Rp250 Ribu per Hari bagi Warga yang Bantu Padamkan Api di Ciremai

Bagikan
23 Oktober 2026 | Author :
Foto: Gubernur Jawa Barat memimpin koordinasi pemadaman Karhutla Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Kab Kuni
Dedi Mulyadi menyiapkan upah Rp250 ribu per hari bagi warga yang membantu memadamkan kebakaran hutan Gunung Ciremai. Sebagian titik api dilaporkan berhasil dipadamkan.
KUNINGAN — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan upah Rp250.000 per orang per hari bagi warga yang membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Ia juga menjanjikan bonus apabila api dapat segera dikendalikan.

Kebijakan tersebut diumumkan pada Kamis (22/10/2026) sebagai upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menangani kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Dedi meminta camat, kepala desa, ketua RT, dan ketua RW di sekitar lokasi untuk mengoordinasikan warga yang bersedia membantu pemadaman. Ajakan tersebut secara khusus ditujukan kepada masyarakat Desa Seda dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.

Menurut Dedi, keterlibatan warga diharapkan dapat mempercepat penanganan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Kebakaran Terjadi di Sejumlah Titik

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Jawa Barat, kebakaran terdeteksi pada Rabu malam (21/10/2026) di sejumlah lokasi di Kabupaten Kuningan.

Salah satu titik kebakaran berada di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi. Kebakaran melanda lahan bambu seluas sekitar dua hektare, dengan area yang dilaporkan hangus mencapai 1,5 hektare.

Titik lainnya berada di kawasan hutan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, yang masuk wilayah pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut masih dalam pendataan.

Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai, petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, serta masyarakat setempat.

Medan Terjal Menjadi Kendala Pemadaman

Pemerintah daerah menyebut kondisi medan yang berbukit dan berbatu menyulitkan mobilisasi petugas. Jarak sumber air yang cukup jauh serta angin yang berubah-ubah juga berpotensi menghambat pemadaman dan memicu munculnya titik api baru.

Dalam perkembangan pada Jumat (23/10/2026), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaporkan sebagian titik api telah berhasil dipadamkan. Petugas gabungan juga membuat sekat bakar untuk menghambat perambatan api ke area vegetasi yang lebih rapat.

Sekitar 100 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk menangani kebakaran. Tim turut melakukan penyisiran dan pendinginan guna mencegah bara api kembali menyala.

Selain mengerahkan personel darat, pemerintah daerah menyampaikan rencana koordinasi untuk mendukung upaya pemadaman melalui rekayasa cuaca dan kemungkinan penggunaan helikopter untuk pengeboman air (water bombing).

Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar ilalang untuk keperluan pertanian atau aktivitas lainnya, terutama ketika cuaca terik dan hujan belum turun secara merata.

Upaya pemadaman masih membutuhkan pemantauan berkelanjutan, sementara luas keseluruhan kawasan hutan yang terdampak belum seluruhnya dipastikan.
Baca Juga
• Prabowo Hadiri KTT BRICS di India sebagai Anggota Penuh, Bawa Agenda Indonesia
• Pidato RAPBN 2027, Prabowo Sempat Salah Ucap soal Gaji Guru
• Humor di Sertijab Menpora: Dito Ariotedjo Sindir Isu Ijazah Erick Thohir di Hadapan Roy Suryo
• Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN Selama Dua Tahun, Nominal Masih Difinalisasi
• Jangan coret Uang Rupiah, Ini Pasal Yang Bakal Diterima, Sanksi Penjara hingga Denda Miliaran!
#DediMulyadi #GunungCiremai #Karhutla #Kuningan #JawaBarat #KebakaranHutan
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.