Foto: Kapal tanker VLGC Pertamina Gas Dahlia milik PT Pertamina International Shipping berlayar di laut sebagai armada pengangkut LPG internasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dua kargo minyak yang sempat ditahan penjual di Singapura saat menuju Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait insiden dua kargo minyak mentah yang sempat ditahan oleh pihak penjual di Singapura.
Laporan tersebut disampaikan Bahlil dalam rapat kabinet yang digelar di Istana Negara. Ia menjelaskan bahwa minyak mentah tersebut sebenarnya sudah dibeli oleh Indonesia melalui perusahaan perdagangan energi dan sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.
Namun, ketika kapal pengangkut minyak sudah berada di wilayah perairan Indonesia, pihak penjual tiba-tiba meminta kapal tersebut untuk berbalik arah dan kembali ke Singapore. Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan energi nasional.
Menurut Bahlil, pemerintah Indonesia langsung mengambil langkah tegas dengan menyampaikan keberatan resmi kepada pihak penjual. Pemerintah juga mempertimbangkan langkah hukum jika pengiriman minyak tersebut tidak dilanjutkan sesuai perjanjian.
“Barangnya sudah menuju Indonesia, bahkan sudah hampir sampai. Tapi kemudian diminta kembali. Ini tentu kami protes karena sudah ada kontraknya,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada media.
Bahlil menjelaskan bahwa kondisi pasar minyak global saat ini sedang sangat ketat. Permintaan tinggi dari berbagai negara membuat pasokan minyak mentah menjadi semakin terbatas, sehingga beberapa trader berusaha menjual komoditasnya kepada pembeli dengan harga lebih tinggi.
Situasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu insiden penarikan kembali dua kargo minyak tersebut.
Meski demikian, setelah pemerintah Indonesia menyampaikan protes resmi, pihak penjual akhirnya menyatakan kesediaannya untuk kembali mengirimkan kargo minyak tersebut ke Indonesia.
Pemerintah berharap kejadian serupa tidak terulang kembali karena dapat mengganggu stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar dalam negeri.
Kementerian ESDM juga menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap proses pengadaan energi agar kejadian yang berpotensi merugikan Indonesia dapat dicegah di masa mendatang.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.