Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Pemerintah Diminta Atasi Kemiskinan dengan Produktifitas Tak Hanya Sekedar Bansos

Bagikan
30 April 2025 | Author : Redaksi
Foto: Antara
Dalam laporan Bank Dunia yang dirilis pada April 2025 dengan judul Macro Poverty Outlook, dinyatakan bahwa persentase kemiskinan di Indonesia mencapai 60,3 persen.
Riza Annisa Pujarama, seorang peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengamati bahwa tingginya jumlah orang miskin di Indonesia, seperti yang dijelaskan dalam laporan Bank Dunia, mencerminkan tingkat ketidaksetaraan di negara ini yang sulit untuk diperbaiki.

Dalam laporan Bank Dunia yang dirilis pada April 2025 dengan judul Macro Poverty Outlook, dinyatakan bahwa persentase kemiskinan di Indonesia mencapai 60,3 persen. Angka ini dihitung berdasarkan standar garis kemiskinan untuk negara dengan pendapatan menengah-tinggi yang mengacu pada pengeluaran per orang sebesar US$6,85 setiap hari (setara dengan Rp115 ribu).

“Jadi Bank Dunia itu mengeluarkan batas garis kemiskinan berdasarkan GNI per kapita (Gross National Income). Indonesia memang sudah masuk upper-middle country, jadi batas garis kemiskinannya lebih tinggi lagi,” kata Riza kepada inilah.com, Selasa (29/4/2025).

Bank Dunia pada 2023 memasukkan Indonesia dalam kategori negara upper-middle income country setelah GNI Indonesia menembus US$4.580 per kapita.

Riza mengakui terjadi penurunan angka kemiskinan di Indonesia, terutama kelompok kemiskinan ekstrim karena digelontorkan banyak program bantuan sosial ke sana. Namun dari sisi peningkatan produktivitas, belum banyak kemajuan.

“Padahal yang ideal itu kan, mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan yang layak,” kata Riza.

Riza mengatakan secara rata-rata, pendapatan perkapita indonesia sudah Rp78 juta per tahun. Dengan begitu, seharusnya masyarakat indonesia sudah tidak ada yang miskin karena garis kemiskinan sekitar Rp600 ribu per kapita per bulan, tetapi yang terjadi di lapangan berbeda sehingga ini menggambarkan ketimpangan yang terjadi.

Untuk itu, Riza menyarankan Pemerintah agar melakukan perbaikan dari sisi ketimpangan, namun bukan dalam bentuk bansos tetapi yang lebih mendorong produktivitas, daya saing, dan akses terhadap peluang yg lebih baik.
Baca Juga
• Zulhas Optimis Koperasi Merah Putih Bisa Atasi Rantai Pasok di Desa
• Belum Ada Suppres, Dasco Tegaskan DPR Tak Terima Surat Pergantian Kapolri
• Menko AHY Desak Pelaku Usaha Terlibat Atasi Persoalan Polusi Udara
• Bobby Nasution Dan Dedi Mulyadi Rapat Bareng Komisi II DPR Bahas BUMD
• Demi Wujudkan Program 3 Juta Rumah Subsidi Aset-aset Negara Kemungkinan Bakal Dipakai
#Bansos #Pemerintah #Kemiskinan #Produktifitas #pemerintah
BERITA LAINNYA
Pemerintahan Presiden Hormati Putusan MK soal UU ITE
Hukum & Kriminal Komisi IX DPR dan Kemenkes Akan Bahas Dokter PPDS Cabul RSHS Hari Ini
Hiburan Simak Lirik Lagu Ain't Nothing - VVUP dengan Terjemahannya
Infotainment Sempat Dikabarkan Akan Cerai , Ruben Onsu dan Sarwendah Komunikasi Lewat Pengacara
Bisnis Pakar Ekonomi: Sektor Hilirisasi Masih Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.