Anggaran MBG Kembali Dipangkas, Pemerintah Siapkan Skema Baru
Bagikan
27 Juni 2026 | Author :
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada Reuters di Jakarta, Maret 2026. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Pemerintah mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan rencana efisiensi anggaran. Target penerima manfaat dan perluasan dapur MBG turut dikaji.
JAKARTA – Pemerintah kembali mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan skema efisiensi anggaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal negara sekaligus memperkuat tata kelola program yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah tengah membahas kemungkinan pengurangan anggaran MBG sekitar Rp40 triliun. Besaran final efisiensi masih akan ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pemangkasan tersebut merupakan lanjutan dari penyesuaian anggaran yang telah dilakukan sebelumnya. Pada awal 2026, alokasi dana program MBG telah dikurangi dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja negara.
Selain penyesuaian anggaran, pemerintah juga mengkaji ulang cakupan penerima manfaat. Berdasarkan dokumen pembahasan yang dikutip Reuters, jumlah penerima program berpotensi dikurangi dari sekitar 62,5 juta menjadi sekitar 49 juta orang melalui pengetatan kriteria sosial dan ekonomi. Namun, keputusan akhir masih menunggu pembahasan lanjutan bersama pemerintah dan DPR.
Tak hanya itu, ekspansi pembangunan lebih dari 13.000 dapur atau satuan pelayanan pemenuhan gizi juga direncanakan ditunda sementara. Langkah tersebut diambil agar pemerintah dapat lebih dahulu mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program yang telah berjalan sebelum memperluas jangkauannya.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, evaluasi dilakukan agar pelaksanaan program menjadi lebih efisien, tepat sasaran, serta memiliki pengawasan yang lebih kuat setelah sebelumnya muncul berbagai sorotan terkait tata kelola dan penggunaan anggaran.
Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Efisiensi belanja, termasuk pada sejumlah program prioritas, dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan ekonomi global.
Meski mengalami penyesuaian anggaran, Program Makan Bergizi Gratis masih menjadi salah satu program sosial terbesar pemerintah. Ke depan, pemerintah menyatakan akan terus mengevaluasi pelaksanaannya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal tanpa mengabaikan keberlanjutan kondisi keuangan negara.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.