AI Bisa Bikin Harga Belanja Tiap Orang Berbeda, Konsumen Perlu Waspada

Bagikan
12 Oktober 2026 | Author :
Foto: Ilustrasi/Pexels
Teknologi AI berpotensi membuat harga barang berbeda bagi setiap konsumen berdasarkan data dan kebiasaan belanja. Simak risiko dan cara konsumen menyikapinya.
Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi mengubah cara perusahaan menentukan harga barang dan jasa. Dengan memanfaatkan data konsumen dan algoritma, perusahaan dapat menawarkan harga atau diskon berbeda kepada setiap pembeli, meski produk yang ditawarkan sama.

Fenomena ini dikenal sebagai personalized pricing atau penetapan harga personal. Praktik tersebut berbeda dari dynamic pricing, yakni penyesuaian harga berdasarkan perubahan permintaan, persediaan, atau kondisi pasar.

Dikutip dari Katadata, Senin (12/10/2026), perkembangan teknologi AI memunculkan kekhawatiran mengenai transparansi harga. Konsumen berpotensi kesulitan mengetahui alasan mereka menerima harga yang berbeda dibandingkan pembeli lain.

Bank of England (BoE) dalam publikasinya pada 7 April 2026 menjelaskan bahwa perusahaan kini dapat menggunakan data perilaku belanja untuk menawarkan promosi khusus, paket produk, atau harga yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen.

Meski demikian, praktik ini tidak selalu merugikan pembeli. Penawaran personal dapat memberikan diskon yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Persoalan muncul ketika mekanisme penentuan harga tidak transparan atau persaingan pasar terbatas.

Di tengah perkembangan tersebut, konsumen perlu membandingkan harga dari beberapa penjual sebelum bertransaksi. Memeriksa harga melalui situs atau aplikasi berbeda juga dapat membantu pembeli mengetahui apakah penawaran yang diterima cukup kompetitif.

Bagi regulator, tantangannya adalah memastikan pemanfaatan AI tidak mengurangi transparansi dan merugikan konsumen. Hingga kini, dampak keseluruhan penetapan harga berbasis algoritma terhadap inflasi belum menunjukkan kecenderungan yang pasti.
Baca Juga
• Suksesnya Haji Isam Harus Jadi Inspirasi buat Seluruh Pengusaha Besar Nasional
• Tesla Akui Protes terhadap Elon Musk Demi Protect Perusahaan
• Raja Hedge Fund Ray Dalio Ingatkan Pemimpin Dunia Jangan Menumpuk Utang Seperti AS
• DPR bakal Panggil Semua Aplikator Ojol, Gojek Ingin Potongan Komisi Tetap 20 Persen,
• BAM DPR Ingatkan Pemerintah, Cabut Moratorium PMI Bukan Perihal Tekanan Ekonomi
#ArtificialIntelligence #AI #Teknologi #HargaPersonal #PersonalizedPricing #BelanjaOnline #Konsumen
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.