Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 103 Orang

Bagikan
26 Agustus 2026 | Author :
Foto: Indonesia-Quake
Jumlah korban meninggal akibat gempa di Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 103 orang. Ribuan warga mengalami luka dan ratusan ribu lainnya mengungsi
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa, 25 Agustus 2026, sebanyak 103 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Jumlah itu bertambah tiga orang dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 100 korban meninggal. Data terbaru masih terus diperbarui seiring proses pendataan di sejumlah wilayah terdampak.

Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 41 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 orang dan Nagekeo 13 orang.

Selain itu, BNPB mencatat enam korban meninggal di Kabupaten Sikka, lima orang di Ngada, tiga orang di Ende, serta satu orang di Manggarai Barat.

Ribuan Warga Mengalami Luka

Dampak gempa tidak hanya menyebabkan korban jiwa. Hingga pembaruan data terbaru, jumlah warga yang mengalami luka-luka tercatat mencapai 1.666 orang, bertambah dari laporan sebelumnya sebanyak 1.603 orang.

Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban luka cukup tinggi. BNPB mencatat ratusan warga di daerah tersebut mengalami luka berat maupun luka ringan akibat gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Lebih dari 185 Ribu Warga Mengungsi

Situasi di sejumlah wilayah terdampak juga masih mendorong warga bertahan di pengungsian. Data BNPB menunjukkan jumlah pengungsi telah mencapai 185.131 orang, baik yang tinggal di lokasi pengungsian terpusat maupun mengungsi secara mandiri.

Jumlah pengungsi masih berpotensi berubah karena gempa susulan terus terjadi. Hingga Selasa, BMKG mencatat sebanyak 7.029 kali gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah NTT.

Gempa susulan dengan kekuatan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2. Aktivitas gempa yang masih berlangsung menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran dan trauma di tengah masyarakat terdampak.

Gempa Terjadi Sejak 15 Agustus

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.58 WITA.

Sejak saat itu, pemerintah bersama BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur relawan terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak.

Pemutakhiran data korban masih dilakukan karena laporan dari daerah terdampak terus masuk. BNPB menyatakan angka korban jiwa, korban luka, maupun jumlah pengungsi dapat berubah sesuai hasil verifikasi dan pendataan di lapangan.

Penanganan pascagempa kini tidak hanya berfokus pada pencarian dan pendataan korban, tetapi juga pemenuhan kebutuhan pengungsi, layanan kesehatan, distribusi logistik, serta pemulihan fasilitas dan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Dengan jumlah korban meninggal yang kini mencapai 103 orang dan ratusan ribu warga masih berada di pengungsian, proses penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur masih menjadi perhatian utama pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan.
Baca Juga
• Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 103 Orang
• Viral WNI Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korea Selatan, Kemlu Buka Suara
• Jadwal Imsak 16 Maret 2026 Banyak Dicari, Ini Waktu Sahur dan Subuh di Jakarta
• Demo "Menuju Indonesia Bangkrut" Warnai Jakarta, Mahasiswa Soroti BBM hingga Program Pemer
• KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Tim SAR Evakuasi Ratusan Penumpang
#GempaNTT #GempaBumi #NTT #BNPB #BencanaAlam #Gempa #NusaTenggaraTimur #BeritaTerkini #UpdateBencana
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.