Rupiah Tembus Level Rp17.300 per USD, Tekanan Global dan Geopolitik Jadi Pemicu Utama

Bagikan
30 April 2026 | Author :
Foto: Uang rupiah dan dolar AS sebagai ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah di pasar global/Getty Images (Editorial Finance)
Rupiah melemah hingga Rp17.300 per USD akibat penguatan dolar AS, ketegangan geopolitik global, dan arus modal keluar dari pasar negara berkembang.
Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh kisaran Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot. Pelemahan ini menjadi salah satu yang paling diperhatikan pelaku pasar dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan arus modal yang bergerak ke aset aman.

Mengacu pada laporan sejumlah media seperti ANTARA News, serta analisis pasar internasional seperti Reuters, pelemahan rupiah tidak hanya dipicu oleh faktor domestik, tetapi lebih dominan oleh tekanan eksternal yang terjadi secara simultan.

Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Global

Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Sentimen risk-off kembali mendominasi pasar keuangan global setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa kawasan strategis dunia, terutama terkait isu energi dan stabilitas keamanan internasional.

Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan jual.

Harga Energi dan Inflasi Global Tambah Tekanan

Kenaikan harga minyak dunia turut memperburuk sentimen pasar. Ketidakpastian pasokan energi global memicu kekhawatiran inflasi yang membuat bank sentral Amerika Serikat diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Ekspektasi ini memperkuat dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang lainnya.

Rupiah Sempat di Kisaran Rp17.300-an

Di pasar domestik, rupiah sempat melemah hingga kisaran Rp17.300 per USD sebelum mengalami koreksi tipis. Meski demikian, tekanan masih terasa akibat arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia.

BI Diperkirakan Lakukan Intervensi

Bank Indonesia diperkirakan tetap melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar valas dan obligasi guna menjaga volatilitas rupiah agar tetap terkendali.
Baca Juga
• Vietnam Segera Jadi Emerging Market, Indonesia Kapan Nyusul?
• Iran Naikkan Upah Minimum Lebih dari 60 Persen di Tengah Ketegangan Perang dan Inflasi Tinggi
• Tom Lembong: Sosok Visioner di Balik Transformasi Ekonomi Digital Indonesia
• Harga Emas Melejit, Rupiah Tertekan: Dampak Langsung Gejolak Global ke Indonesia
• Peringatan Hari Hak Konsumen Sedunia, Momentum Tingkatkan Perlindungan Konsumen
#Rupiah #USDIDR #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #DolarAS #GeopolitikGlobal #BankIndonesia #EkonomiG
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.