Awal Pekan, Rupiah Naik Tipis ke Level Rp17.690 per Dolar AS
Bagikan
24 Agustus 2026 | Author :
Foto: Antara
Rupiah menguat tipis ke level Rp17.690 per dolar AS pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Penguatan didukung harga minyak global yang melandai
Nilai tukar rupiah memulai perdagangan awal pekan dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, mata uang Garuda berada di level Rp17.690 per dolar AS.
Posisi tersebut menguat 4 poin atau sekitar 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap berbagai sentimen global. Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah pergerakan harga minyak dunia yang mulai melandai, sehingga memberi ruang bagi mata uang negara pengimpor energi seperti Indonesia.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai kondisi harga minyak global yang lebih terkendali menjadi salah satu sentimen yang menopang pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan. Meski demikian, ruang penguatan mata uang domestik masih dibayangi sejumlah ketidakpastian dari pasar global.
Selain faktor eksternal, kebijakan Bank Indonesia juga tetap menjadi perhatian investor. BI sebelumnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.
Di sisi lain, arah kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang global. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga The Federal Reserve, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan geopolitik berpotensi membuat pasar valuta asing tetap bergerak fluktuatif.
Meski dibuka menguat, pergerakan rupiah sepanjang perdagangan masih perlu dicermati. Sejumlah sumber pasar mencatat perbedaan pergerakan setelah pembukaan, sehingga nilai tukar dapat berubah seiring berlangsungnya transaksi dan perkembangan sentimen domestik maupun global.
Dengan demikian, penguatan tipis rupiah pada awal perdagangan Senin menjadi sinyal positif, meski stabilitas mata uang domestik masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan respons kebijakan di dalam negeri.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.