Rupiah Melemah ke Rp17.841 per Dolar AS, IHSG Tertekan Usai The Fed Naikkan Bunga

Bagikan
21 September 2026 | Author :
Foto: Bursa Efek Indonesia, Papan Perdagangan IHSG (Dimas Ardian/Bloomberg)
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.847 per dolar AS dan IHSG diproyeksi tertekan usai The Fed naikkan bunga. Pasar menanti keputusan BI-Rate pekan ini.
JAKARTA – Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dalam tekanan, Senin (21/9/2026), setelah bank sentral AS The Fed menaikkan suku bunga acuannya pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 33 poin atau 0,19 persen ke Rp17.847per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Ketika rupiah tertekan, mayoritas mata uang Asia lain justru menguat. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menyebut rupiah berisiko menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pada Rabu (16/9), The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75–4 persen, kenaikan pertama sejak 2023. Keputusan itu diambil saat inflasi headline AS mencapai 3,4 persen pada Agustus 2026.

Di pasar saham, IHSG turun 1,53 persen ke level 6.441,159 sepanjang pekan 14–18 September 2026. Kapitalisasi pasar BEI menyusut 1,58 persen menjadi Rp11.266 triliun. Investor asing mencatat jual bersih Rp1,79 triliun dalam sepekan, dan totalnya sepanjang 2026 mencapai Rp74,36 triliun.

Untuk perdagangan hari ini, tim analis MNC Sekuritas memproyeksikan support IHSG di 6.279 dan 6.201, dengan resistance di 6.585 dan 6.633.

Pelaku pasar kini menanti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan ini. BI-Rate saat ini 5,75 persen setelah kenaikan kumulatif 100 basis poin pada Mei–Juni 2026. Mayoritas dari 24 ekonom yang disurvei memperkirakan BI menahan suku bunga. Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja menilai langkah antisipatif BI sebelumnya membuat bank sentral tidak perlu terburu-buru menaikkan bunga. Sebaliknya, ekonom Kisi Asset Management Arfian Prasetya Aji melihat potensi kenaikan untuk mencegah arus modal keluar.

Di pasar aset lain, harga emas Antam turun Rp10.000 menjadi Rp2.628.000 per gram, sedangkan Bitcoin menguat hingga US$81.782,32.

Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Baca Juga
• IHSG Menguat di Tengah Sentimen Politik, Investor Diminta Tetap Rasional
• Harga Emas Antam Hari Ini 2 September 2026 Turun Rp40.000, Cek Daftar Lengkapnya
• Pemerintah Siapkan Rp549,9 Triliun untuk Baksos 2027
• Destry Damayanti Jalani Uji Kelayakan Calon Gubernur BI, Independensi hingga Target Pertumbuhan Jadi
• IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Pasar Tahan Napas Jelang Keputusan The Fed
#kursdolar #birate #pasarmodal #ekonomiindonesia #beritaekonomi #saham #investasi
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.