Program MBG Serap Anggaran Rp75 Triliun hingga April 2026
Bagikan
24 Mei 2026 | Author :
Foto: Presiden meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. (ANTARA News)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap anggaran Rp75 triliun hingga April 2026. Pemerintah menyebut program ini sebagai investasi gizi dan SDM Indonesia.
Pemerintah mencatat realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai sekitar Rp75 triliun hingga 30 April 2026. Angka tersebut setara dengan sekitar US$4,24 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyerapan anggaran tersebut mencerminkan percepatan implementasi program prioritas nasional yang menyasar puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, sekaligus menekan angka stunting.
Sejak berjalan pada awal 2025, program ini telah diperluas secara bertahap dan kini menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Pemerintah juga menegaskan bahwa MBG menjadi salah satu program dengan porsi anggaran terbesar dalam APBN 2026.
Namun, besarnya realisasi anggaran dalam waktu relatif singkat memicu perhatian publik. Sejumlah pengamat menilai perlu ada pengawasan ketat dan evaluasi berkala agar program tetap efektif serta tidak membebani fiskal negara.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah juga menyampaikan bahwa total anggaran program ini pada 2026 mencapai sekitar Rp268 triliun setelah dilakukan penyesuaian dari rencana awal Rp335 triliun untuk efisiensi belanja negara.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.