Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Kontroversi Rating Game di Steam, Komdigi Tegaskan IGRS Belum Terverifikasi

Bagikan
06 April 2026 | Author : Redaksi
Foto: Kegiatan dan identitas visual Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Dok/Komdigi
Rating game IGRS yang muncul di Steam menuai kontroversi di kalangan gamer Indonesia. Komdigi menegaskan label usia tersebut belum merupakan klasifikasi resmi yang diverifikasi pemerintah.
Kemunculan label klasifikasi usia Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform distribusi game digital Steam memicu kontroversi di kalangan gamer Indonesia. Banyak pemain menilai sejumlah game mendapatkan rating usia yang tidak sesuai dengan konten yang ada di dalam permainan tersebut.

IGRS sendiri merupakan sistem klasifikasi usia gim yang dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk membantu masyarakat memahami tingkat kelayakan konten game berdasarkan usia pemain.

Namun ketika label rating tersebut mulai terlihat pada halaman beberapa game di Steam, komunitas gamer menemukan sejumlah kejanggalan dalam klasifikasi usia yang ditampilkan.

Rating Game Dinilai Tidak Konsisten

Sejumlah gamer melaporkan bahwa beberapa game dengan unsur kekerasan justru mendapat rating usia rendah seperti 3+, sementara game lain yang relatif ringan justru mendapatkan label usia yang lebih tinggi.

Ketidakkonsistenan tersebut memicu diskusi luas di media sosial dan forum komunitas gamer. Banyak pemain mempertanyakan keakuratan sistem rating yang muncul di platform Steam untuk pengguna di Indonesia.

Beberapa gamer bahkan mengkhawatirkan bahwa kesalahan klasifikasi tersebut dapat menyesatkan orang tua dalam memilih game yang sesuai bagi anak-anak.

Komdigi Beri Klarifikasi

Menanggapi polemik yang berkembang, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia memberikan klarifikasi terkait kemunculan label IGRS di Steam.

Komdigi menegaskan bahwa rating usia yang saat ini tampil di Steam belum merupakan hasil klasifikasi resmi yang diverifikasi pemerintah. Label tersebut kemungkinan berasal dari mekanisme deklarasi mandiri yang dilakukan oleh pengembang atau platform.

Dengan kata lain, sistem yang tampil di Steam belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem klasifikasi resmi milik pemerintah.

Tujuan Sistem Rating Game

Sistem Indonesia Game Rating System dibuat untuk memberikan panduan kepada masyarakat mengenai konten game, termasuk unsur kekerasan, bahasa kasar, atau tema dewasa.

Klasifikasi usia dalam sistem ini umumnya dibagi dalam beberapa kategori, seperti 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+, serta kategori Refused Classification (RC) untuk game yang tidak boleh beredar di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap orang tua dapat lebih mudah menentukan game yang aman dimainkan oleh anak-anak.

Tantangan Regulasi Platform Global

Kasus kontroversi rating di Steam juga menunjukkan tantangan dalam menerapkan regulasi konten digital pada platform global. Platform seperti Steam memiliki ribuan judul game dari berbagai negara dengan mekanisme distribusi yang berbeda-beda.

Pengamat industri menilai diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan platform distribusi game agar sistem klasifikasi usia dapat diterapkan secara konsisten dan transparan.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri game di Indonesia, kejelasan sistem rating seperti IGRS menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan perkembangan ekosistem industri game nasional.
Baca Juga
• Menko Airlangga Akui Posisi Indonesia Dianggap Penting oleh AS
• Prioritas Sekolah Rakyat, Kemensos: Hanya dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem
• KPU Rahasiakan 16 Dokumen Capres-Cawapres, Transparansi Pemilu Dipertanyakan
• Kemenkumham Desak Polisi Permudah Akses Besuk Aktivis yang Ditahan
• UU BUMN Butuh Aturan Turunan, Erick Thohir: Jangan Sampai Tabrakan
#IGRS #Steam #Komdigi #GameIndonesia #IndustriGame #Teknologi
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.