Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 664 Orang, 77 Masih Dirawat
Bagikan
03 September 2026 | Author :
Foto: Bupati Sidoarjo menjenguk santri korban keracunan MBG/Ardini Pramitha/JawaPos.com
Kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo mencapai 664 korban. Sebanyak 77 orang masih dirawat, sementara BGN menindak SPPG terkait
Sidoarjo – Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus menjadi perhatian. Hingga Kamis (3/9/2026), jumlah korban yang tercatat mencapai 664 orang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo melaporkan, dari total tersebut, sebanyak 77 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sementara itu, 581 korban telah diperbolehkan pulang dan enam orang lainnya masih dalam tahap observasi. Secara umum, kondisi pasien yang masih dirawat dilaporkan stabil.
Kasus tersebut terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin mengonsumsi makanan dari program MBG yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
BGN Temukan Masalah dalam Distribusi
Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut terdapat persoalan dalam penerapan prosedur operasional standar (SOP) distribusi makanan MBG.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan makanan seharusnya segera didistribusikan setelah selesai dimasak. Namun, dalam kasus Sidoarjo, proses pengiriman dan pembagian makanan berlangsung lebih dari batas waktu yang ditentukan.
Menurut BGN, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga penanganan setelah makanan selesai dimasak menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan. Keterlambatan distribusi dapat meningkatkan risiko makanan mengalami kerusakan dan pertumbuhan bakteri.
Kepala BGN Sudaryono juga menyampaikan adanya kelalaian pada SPPG yang menangani distribusi makanan tersebut. Berdasarkan penelusuran sementara, makanan telah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB, tetapi terdapat kesalahan pencantuman waktu konsumsi pada label makanan.
SPPG Sidoarjo Disanksi
Sebagai tindak lanjut, BGN menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara terhadap SPPG yang terkait dengan kasus tersebut.
Sebelumnya, BGN menyatakan SPPG Sidoarjo Talang Angin atau Kalitengah dikenai suspend kategori berat selama 30 hari. Investigasi dilakukan bersama dinas kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian dan mengevaluasi pelaksanaan program di lokasi tersebut.
BGN juga menilai kepatuhan terhadap SOP menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan MBG. Pengawasan dilakukan secara rutin, termasuk pada tahap penerimaan bahan makanan dan proses persiapan makanan.
Tim Krisis Kesehatan Dikerahkan
Dinas Kesehatan Sidoarjo mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan untuk menangani para korban. Penanganan dilakukan di lokasi kejadian sekaligus di sejumlah rumah sakit yang menerima pasien.
Tenaga kesehatan disiagakan untuk memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan perawatan sesuai kebutuhan. Sebagian besar pasien yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai membaik.
Kasus keracunan di Sidoarjo juga mendapat perhatian dari anggota DPR. Pemerintah diminta memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyediaan dan distribusi makanan MBG.
Evaluasi Keamanan Program MBG
Insiden di Sidoarjo kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam program MBG yang menjangkau jutaan penerima manfaat.
Selain memastikan makanan memenuhi standar gizi, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, pengiriman, hingga waktu konsumsi harus dilakukan sesuai ketentuan. Kelalaian pada salah satu tahapan berpotensi memengaruhi keamanan makanan yang diterima peserta program.
BGN menyatakan investigasi terhadap kasus Sidoarjo masih menjadi bagian dari evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, masyarakat menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab pasti keracunan yang dialami ratusan santri dan pelajar tersebut.
Dengan jumlah korban yang mencapai 664 orang hingga 3 September, kasus Sidoarjo menjadi salah satu insiden terbesar dalam pelaksanaan program MBG yang mendapat perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.