Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas
Bagikan
27 Juli 2026 | Author :
Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memimpin konferensi pers hasil RDG Maret 2025 di Jakarta. Foto/Katadata.co.id.
Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo menunjuk Destry Damayanti sebagai Plt. Gubernur BI hingga pengganti definitif ditetapkan.
JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diumumkan pemerintah pada Senin (27/7/2026) dan langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah tantangan ekonomi global serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Menurut pemerintah, Perry mengundurkan diri dengan alasan pribadi. Namun, pemerintah tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai alasan tersebut.
Untuk memastikan roda kebijakan moneter tetap berjalan, Presiden menunjuk Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku. Destry menegaskan Bank Indonesia akan menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan kewenangan institusi, termasuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem keuangan nasional.
Pengunduran diri Perry Warjiyo memicu respons dari pasar keuangan. Nilai tukar rupiah sempat melemah setelah pengumuman tersebut, sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berfluktuasi. Sejumlah ekonom menilai pergantian mendadak di pucuk pimpinan bank sentral dapat meningkatkan ketidakpastian, terutama terkait arah kebijakan moneter dan independensi Bank Indonesia.
Analis menilai perhatian investor kini akan tertuju pada proses penunjukan gubernur definitif. Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden akan mengusulkan calon gubernur kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum memperoleh persetujuan. Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan nama calon pengganti Perry Warjiyo.
Pemerintah pun mengimbau pelaku pasar agar tetap tenang selama masa transisi. Proses pergantian kepemimpinan disebut akan dilakukan secara transparan dan akuntabel tanpa mengganggu stabilitas ekonomi maupun arah kebijakan moneter yang sedang berjalan.
Perry Warjiyo memimpin Bank Indonesia sejak 2018 dan kembali dipercaya menjabat untuk periode kedua pada 2023. Selama masa kepemimpinannya, BI menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemulihan ekonomi pascapandemi hingga gejolak ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Dalam beberapa bulan terakhir, bank sentral juga berada di bawah sorotan menyusul perubahan regulasi yang memperluas peran BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dengan berakhirnya kepemimpinan Perry Warjiyo, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati langkah pemerintah dalam menentukan gubernur Bank Indonesia berikutnya. Sosok yang dipilih dinilai akan berperan penting dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter, stabilitas rupiah, serta kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.