Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Mengaku Tak Mengerti Birokrasi Pemerintahan

Bagikan
07 Maret 2026 | Author : Redaksi
Foto: KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing. Foto/SindoNews
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK terkait dugaan korupsi proyek outsourcing. Dalam pemeriksaan, ia mengaku tidak memahami birokrasi pemerintahan secara detail.
Pekalongan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Penangkapan tersebut langsung menjadi sorotan publik karena melibatkan kepala daerah yang masih aktif menjabat.

OTT yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ini berkaitan dengan dugaan praktik korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing di lingkungan pemerintah daerah. Penyidik menduga terdapat pengaturan proyek agar dimenangkan oleh perusahaan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan pihak terkait.

Dalam proses pemeriksaan awal, KPK juga mengamankan beberapa pihak dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk dimintai keterangan. Sejumlah barang bukti seperti dokumen dan perangkat elektronik turut disita guna mendalami dugaan praktik korupsi tersebut.

Kasus ini semakin menarik perhatian setelah Fadia Arafiq memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia mengaku tidak sepenuhnya memahami proses birokrasi pemerintahan yang berjalan di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Fadia menyatakan bahwa dirinya tidak terlalu memahami detail teknis dalam pengelolaan birokrasi maupun pengadaan proyek di pemerintahan. Ia mengaku banyak menyerahkan proses tersebut kepada perangkat daerah dan pejabat teknis yang menangani bidang terkait.

Meski demikian, KPK menegaskan bahwa kepala daerah tetap memiliki tanggung jawab atas kebijakan dan keputusan yang diambil dalam pemerintahan yang dipimpinnya. Oleh karena itu, penyidik akan terus mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Setelah melalui proses pemeriksaan intensif, KPK kemudian menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka dan melakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penahanan ini dilakukan guna mempermudah proses penyelidikan serta mencegah kemungkinan penghilangan barang bukti.

Kasus OTT Bupati Pekalongan ini kembali menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di tingkat daerah masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. KPK menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu, termasuk yang melibatkan pejabat publik di tingkat daerah.
Baca Juga
• Nekat! Dua Sejoli di Bandung Curi Sepeda Motor Buat Modal Nikah
• Tak Mau Tertangkap, Pencuri Motor Nyamar Jadi Tukang Buah Keliling di Bekasi
• Segera Panggil Nadiem, KPK Percepat Kasus Google Cloud Kemendikbudristek Naik ke Tahap Penyidikan
• Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Impor Gula
• PCO Sebut Pengamanan TNI ke Jaksa Bisa Cegah Kasus Anarkis
#FadiaArafiq #BupatiPekalongan #OTTKPK #BeritaHukum #Korupsi #BeritaIndonesia #KPK
BERITA LAINNYA
Dalam Negeri Jelang Idul Fitri, Polisi Siaga di Objek Vital Saat Jakarta
Hiburan Simak Lirik dan Makna Lagu Highway 1009 - ENHYPEN beserta Terjemahan Bahasa Indonesia
Politik Pilkada 2024 Rawan Konflik Identitas, Kemenag Siapkan Langkah Pencegahan
Politik Resmi Tersangka, SYL Menggunakan Uangk Korupsi Untuk Ini
Hukum & Kriminal Kejagung Segera Panggil Nadiem, Terkait Spek Chromebook tak Sesuai hingga Markup 10 Kali Lipat
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.