Prabowo Nyatakan Kesiapan Bantu Buka Dialog Korea Selatan dan Korea Utara

Bagikan
06 Agustus 2026 | Author :
Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat pertemuan bilateral. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap membantu membuka dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara jika diminta. Langkah ini dinilai sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap berkontribusi dalam upaya mendorong dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara apabila diminta oleh kedua pihak. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Kesiapan itu disampaikan Prabowo setelah menerima permintaan dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat kunjungan kenegaraan di Seoul pada akhir Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, Lee meminta Indonesia mempertimbangkan peran sebagai pihak yang dapat membantu membuka komunikasi dengan Korea Utara di tengah hubungan kedua negara yang masih diwarnai ketegangan.

Menanggapi permintaan tersebut, Prabowo mengatakan Indonesia bersedia menjalankan peran diplomatik jika memang dibutuhkan. Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan banyak negara dan selama ini dikenal mengedepankan pendekatan damai dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional.

Presiden juga menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. Melalui prinsip tersebut, Indonesia berupaya membangun hubungan yang seimbang dengan berbagai negara tanpa memihak pada blok tertentu, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di tingkat global.

Selama ini Indonesia masih menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara. Posisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi Indonesia untuk berperan sebagai jembatan komunikasi apabila kedua negara membutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang dipandang netral.

Meski demikian, peluang terwujudnya dialog diperkirakan masih menghadapi tantangan. Hubungan Seoul dan Pyongyang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pasang surut akibat isu keamanan, program nuklir Korea Utara, serta minimnya komunikasi resmi antara kedua pemerintahan. Di sisi lain, pemerintahan Presiden Lee Jae Myung terus menyatakan komitmennya untuk mengedepankan dialog sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.

Pernyataan Prabowo juga dinilai sejalan dengan peran Indonesia yang selama ini aktif mendukung penyelesaian konflik melalui diplomasi. Pemerintah menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam berbagai isu internasional selalu berlandaskan pada upaya menciptakan perdamaian, menghormati kedaulatan negara, dan mendorong kerja sama antarbangsa.

Apabila inisiatif tersebut mendapat respons positif dari pihak-pihak terkait, Indonesia berpeluang mengambil peran sebagai fasilitator dialog. Langkah itu sekaligus dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam diplomasi dan upaya menjaga perdamaian di kawasan maupun dunia.
Baca Juga
• Prabowo Tegaskan Arah Ekonomi Konstitusi di Harlah ke-28 PKB, Singgung Kebocoran Anggaran hingga &qu
• Hapus Batasan Usia Calon KPI Daerah, Pensiunan ASN Berebut Daftar
• Prabowo Akan Hadari Peringatan Hari Buruh
• Jenazah Kolonel Antonius Hermawan Korban Ledakan Amunisi TNI Akan Disemayamkan di Bekasi
• Pidato RAPBN 2027, Prabowo Sempat Salah Ucap soal Gaji Guru
#PrabowoSubianto #PolitikIndonesia #Diplomasi #KoreaSelatan #KoreaUtara #HubunganInternasional #Poli
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.