Pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah menyiapkan sebanyak 800 unit SPKLU, yang dirancang untuk mempermudah pemilik kendaraan listrik
Dengan semakin banyaknya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, peran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi sangat penting bagi masyarakat.
Pada tahun 2025, pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah menyiapkan sebanyak 800 unit SPKLU, yang dirancang untuk mempermudah pemilik kendaraan listrik dalam proses pengisian daya baterai kendaraan mereka.
Apa Itu SPKLU?
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) merupakan fasilitas yang disediakan untuk umum yang menawarkan layanan pengisian daya bagi kendaraan listrik, termasuk mobil dan sepeda motor listrik.
Fungsi utama SPKLU serupa dengan stasiun pengisian bahan bakar tradisional, tetapi yang diberikan adalah energi listrik untuk mengisi kembali baterai kendaraan.
keberadaan SPKLU memungkinkan pengemudi kendaraan listrik untuk mengisi daya kendaraan mereka secara mudah dan efisien, terutama saat berada jauh dari rumah atau dalam perjalanan jarak jauh.
SPKLU dilengkapi dengan berbagai jenis soket colokan yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan listrik yang ada. Di Indonesia, terdapat tiga tipe soket colokan listrik, yakni AC Charging, DC Charging CHAdeMo, dan DC Charging Combo tipe CCS2.
Pengisian daya di SPKLU biasanya memakan waktu antara 30 hingga 90 menit. Lama pengisian daya bisa berbeda-beda, tergantung pada kapasitas baterai, teknologi SPKLU, dan jenis kendaraan listrik yang digunakan.
Biaya pengisian daya di SPKLU dikenakan tarif maksimal Rp2.467/kWh. Namun, untuk layanan fast charging dan ultra fast charging, berlaku biaya tambahan sebesar Rp25.000 per pengisian untuk fast charging dan Rp57.000 per pengisian untuk ultra fast charging.
Tipe Teknologi SPKLU
SPKLU menggunakan beberapa tipe teknologi pengisian yang berbeda, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan daya. Berikut adalah tipe-tipe teknologi yang tersedia.
- Medium Charging: Teknologi ini memakai arus bolak-balik (AC) dan memiliki daya keluaran sekitar 7-22 kilowatt. Waktu yang dibutuhkan dalam pengisian sekitar 6-8 jam hingga daya penuh.
- Fast Charging: Teknologi ini menggunakan arus searah (DC). Memungkinkan pengisian daya dengan keluaran lebih dari 22-50 kilowatt. Dengan teknologi ini, lama pengisian dapat lebih cepat sekitar 30-60 menit.
- Ultra Fast Charging: Teknologi ini memiliki daya keluaran lebih dari 50 kilowatt dan arus daya searah (DC). Pengisian daya menggunakan teknologi ini bisa lebih cepat dibandingkan fast charging yakni sekitar 15-30 menit.
Cara Menggunakan SPKLU
Selain sudah banyak tersebar di berbagai titik wilayah, penggunaan SPKLU pun cukup mudah dan praktis. Umumnya, pengemudi dapat mengisi daya secara mandiri di SPKLU, tetapi di beberapa lokasi juga tersedia petugas yang melayani.
Berikut caranya:
- Unduh aplikasi Charge.IN melalui Apps Store atau Play Store. Aplikasi ini digunakan untuk melakukan registrasi dan mengisi saldo elektronik.
- Setelah mengunduh aplikasi, pengguna harus mendaftar dan mengisi saldo elektronik untuk melakukan pembayaran.
- Selesai mendaftar dan bayar, aplikasi akan menampilkan lokasi SPKLU terdekat sesuai posisi pengemudi dan pilih lokasi.
- Setelah tiba di SPKLU, pengemudi dapat menyambungkan gun charger ke port pengisian kendaraan.
- Kemudian buka aplikasi Charge.IN, pilih menu 'Charging', pindai barcode pada konektor charger, dan pilih jumlah kWh yang ingin diisi. Lalu, konfirmasi pengisian.
- Tunggu hingga proses pengisian selesai. Proses ditandai dengan indikator pada konektor pengisian yang menyala.
Demikian penjelasan tentang SPKLU, tipe teknologi yang digunakan, dan cara pemakaiannya. Keberadaan SPKLU ini tak hanya memudahkan pengisian daya listrik kendaraan, tetapi juga mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.