Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Tembus Ratusan Ribu
Bagikan
24 Oktober 2026 | Author :
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Kementerian Kesehatan mencatat ratusan ribu kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla. Anak-anak dan kelompok rentan membutuhkan perlindungan dari paparan asap.
JAKARTA — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi perhatian. Kementerian Kesehatan mencatat ratusan ribu kasus ISPA di sejumlah daerah yang menghadapi dampak kebakaran dan kabut asap.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan yang disampaikan pada 22 Oktober 2026, jumlah kasus ISPA secara kumulatif mencapai 333.470 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.172 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun.
Data tersebut mencakup tujuh provinsi terdampak karhutla. Kementerian Kesehatan juga mencatat kasus harian masih terjadi, sehingga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan perlindungan masyarakat perlu diperkuat.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, menjelaskan bahwa paparan asap kebakaran dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa lain dalam asap dapat memicu gangguan pernapasan.
Selain ISPA, paparan asap juga berpotensi memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta menyebabkan iritasi mata dan kulit.
Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perlindungan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus selama karhutla berlangsung.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar disarankan menggunakan masker yang sesuai dan memastikan masker terpasang dengan baik.
Masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan yang memburuk.
Di tengah penanganan kebakaran, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari respons karhutla. Pemadaman dan pencegahan kebakaran perlu berjalan beriringan dengan pemantauan kualitas udara serta kesiapan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.