Investasi Jabar Tembus Rp91 Triliun, Ratusan Ribu Warga Berebut Kerja
Bagikan
22 Oktober 2026 | Author :
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga)
Investasi Jawa Barat mencapai Rp91 triliun pada triwulan III 2026. Namun, 728 ribu pencari kerja masih bersaing memperebutkan puluhan ribu posisi.
Bandung— Realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp91 triliun pada triwulan III 2026. Namun, tingginya investasi tersebut belum menghilangkan persoalan persaingan mencari kerja. Data layanan ketenagakerjaan pemerintah daerah menunjukkan ratusan ribu pencari kerja masih bersaing memperebutkan puluhan ribu posisi yang tersedia.
Berdasarkan data aplikasi Nyari Gawe milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga 21 Oktober 2026, tercatat 728.085 pencari kerja telah mengajukan sekitar 2,4 juta lamaran.
Dari 803 perusahaan yang terdaftar dalam aplikasi tersebut, baru 230 perusahaan yang membuka lowongan dengan total 32.125 posisi kerja. Sementara itu, jumlah pelamar yang tercatat diterima bekerja melalui layanan tersebut mencapai 1.282 orang.
Data tersebut memperlihatkan ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan lowongan yang tersedia melalui aplikasi. Meski demikian, angka penerimaan tersebut tidak mencakup seluruh proses rekrutmen di Jawa Barat.
Investasi Tertinggi Belum Menghapus Persoalan Kerja
Realisasi investasi Jawa Barat pada triwulan III 2026 mencapai Rp91 triliun atau sekitar 17,2 persen dari total investasi nasional yang sebesar Rp528,7 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi pada periode tersebut. Nilai investasi terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp54,3 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp36,7 triliun.
Secara kumulatif, investasi Jawa Barat sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai sekitar Rp229,1 triliun.
Namun, besarnya investasi tidak secara otomatis menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Penyerapan pekerja bergantung pada sektor usaha yang menerima investasi, kebutuhan tenaga kerja, serta kesesuaian keterampilan pencari kerja dengan posisi yang tersedia.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan masuknya modal baru turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Sebanyak 13 Ribu Pekerja Terdampak PHK
Persoalan ketenagakerjaan juga terlihat dari data pemutusan hubungan kerja (PHK). Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 13.044 pekerja di Jawa Barat terdampak PHK selama Januari hingga September 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan terus berupaya memperluas akses pekerjaan dan membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan memperoleh kesempatan baru.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui aplikasi Nyari Gawe, yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Meski demikian, besarnya jumlah pengguna aplikasi dibandingkan posisi yang tersedia menunjukkan bahwa akses informasi lowongan saja belum cukup untuk menjawab seluruh persoalan pengangguran.
Ketersediaan pekerjaan baru, keberlanjutan usaha, dan perlindungan pekerja yang terkena PHK tetap menjadi faktor penting dalam memperbaiki kondisi pasar kerja.
Pemerintah Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui bahwa jumlah angkatan kerja masih lebih besar dibandingkan kesempatan kerja yang tersedia. Ia berharap peningkatan investasi dapat memberikan dampak langsung terhadap pembukaan lapangan pekerjaan.
Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan industri agar lebih terbuka dalam memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat lokal.
Di sisi lain, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat mencatat realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 telah menyerap 399.003 tenaga kerja.
Penyerapan tersebut berasal dari berbagai sektor usaha, termasuk manufaktur, pergudangan, dan ritel.
Angka tersebut menunjukkan investasi turut menciptakan lapangan kerja. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan kesempatan tersebut dapat diakses oleh pencari kerja yang membutuhkan, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat efisiensi perusahaan.
Dengan investasi yang terus meningkat, Jawa Barat menghadapi pekerjaan rumah untuk memperkecil kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja.
Keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan pekerjaan yang layak, memperluas akses rekrutmen, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.