Diskusi Pejabat di UGM Memanas, Mahasiswa Sampaikan Kritik kepada Budiman Sudjatmiko

Bagikan
16 Juni 2026 | Author :
Foto: Mahasiswa menginterupsi diskusi Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono di UGM, Yogyakarta. Foto: Ist
Diskusi bertema Pancasila di UGM yang menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono menjadi sorotan setelah mahasiswa menyampaikan protes dan kritik terhadap pemerintah di tengah jalannya acara.
YOGYAKARTA – Suasana diskusi bertema *“Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia”* yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam, berubah tegang setelah sejumlah mahasiswa menyampaikan protes di tengah jalannya acara.

Kegiatan yang dikemas dalam agenda *Kopdar Bareng Mas Dar* itu menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pembicara. Pada awal acara, diskusi berlangsung normal dengan pembahasan seputar nilai-nilai Pancasila, pembangunan nasional, dan tantangan kebangsaan.

Ketegangan mulai muncul ketika sekelompok mahasiswa mendatangi area depan panggung dan menyuarakan keberatan mereka terhadap kehadiran sejumlah pejabat pemerintah dalam forum tersebut. Aksi itu kemudian berkembang menjadi penyampaian aspirasi secara terbuka yang membuat jalannya diskusi tidak lagi kondusif. Sejumlah peserta aksi juga membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Budiman Sudjatmiko menjadi salah satu tokoh yang paling banyak mendapat sorotan dalam aksi tersebut. Mantan aktivis yang dikenal sebagai bagian dari gerakan Reformasi 1998 itu dipertanyakan sikap dan posisinya setelah bergabung dalam pemerintahan. Beberapa mahasiswa menilai terdapat perbedaan antara perjuangan yang dahulu ia gaungkan dengan kebijakan yang kini dijalankan pemerintah.

Di tengah situasi yang memanas, Budiman sempat mencoba membuka ruang dialog dengan peserta aksi. Namun, tingginya tensi di lokasi membuat proses diskusi tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Setelah berbagai upaya dilakukan untuk menenangkan keadaan, acara akhirnya dihentikan sebelum seluruh agenda selesai dilaksanakan.

Perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap berbagai persoalan nasional yang dinilai belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah. Mereka menuntut adanya ruang dialog yang lebih terbuka untuk membahas isu demokrasi, kebebasan sipil, hingga kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.

Demi menjaga keamanan seluruh peserta, para narasumber kemudian meninggalkan lokasi acara dengan pengawalan panitia. Meski tidak terjadi bentrokan fisik yang signifikan, insiden tersebut segera menjadi perhatian luas dan ramai diperbincangkan di media sosial maupun berbagai platform digital.

Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi mengenai relasi antara pemerintah dan gerakan mahasiswa. Bagi sebagian pihak, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya ruang dialog yang sehat antara pengambil kebijakan dan kelompok kritis di kampus. Sementara itu, mahasiswa menegaskan bahwa perguruan tinggi harus tetap menjadi ruang independen untuk menyampaikan kritik dan mengawal jalannya pemerintahan.

Ramainya perbincangan publik terhadap insiden ini menunjukkan bahwa dinamika hubungan antara pejabat negara dan kalangan mahasiswa masih menjadi isu yang relevan dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Peristiwa di UGM pun dinilai mencerminkan perbedaan pandangan antara generasi aktivis yang kini berada dalam lingkar kekuasaan dan mahasiswa yang terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah.
Baca Juga
• Batal lapor ke Bareskrim Polri, Sahroni Nasdem: SBY bohong
• Hindari Terjadi Pelanggaran, Bawaslu Awasi Ketat Delapan Daerah PSU
• Nama 'Jakarta Baru' sebagai Nama Koalisi di Pilgub Jakarta, Ini Alasan Ridwan Kamil
• Keterlibatan Hasto di Kasus Harun Masiku, KPK Bisa Megawati
• Balil Sebut Pilkada Seperti Pilkades, Golkar Sepakat Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD
#UGM #BudimanSudjatmiko #DiskusiUGM #MahasiswaUGM #Pancasila #NusronWahid #Sudaryono #Politik
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.