Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Coretax Dinilai Gagal, Anggaran Capai Rp1,3 Triliun, Suryo Utomo Malah Pimpin BTIIK

Bagikan
26 Mei 2025 | Author : Redaksi
Foto: Antara
Penyebab dari kegagalan Coretax yang memiliki anggaran yang tinggi, berakar pada logika yang tidak sesuai dalam proses perencanaannya.
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI), Rinto Setiawan, mempertanyakan langkah yang diambil oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang menunjuk Suryo Utomo sebagai Kepala Badan Teknologi Informasi dan Intelijen Keuangan (BTIIK).

"Dunia birokrasi Indonesia memang unik. Meskipun gagal dalam merealisasikan proyek Coretax yang bernilai Rp1,3 triliun, Suryo Utomo justru diberikan kepercayaan sebagai Kepala BTIIK Kemenkeu. Ini adalah sebuah fenomena yang tidak biasa," ujar Rinto di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Rinto menyatakan bahwa penyebab dari kegagalan Coretax yang memiliki anggaran yang tinggi, berakar pada logika yang tidak sesuai dalam proses perencanaannya. “Semestinya, proses bisnis dan regulasi harus disusun terlebih dahulu, sebelum investasi teknologi dilakukan. Namun DJP di bawah Suryo justru melakukan pembelian teknologi terlebih dahulu, sementara proses bisnis dan regulasi terpaksa mengikuti setelahnya,” jelasnya.

Dia pun mengungkap adanya laporan dari Komisi XI DPR yang menyatakan, gangguan terhadap Coretax berkontribusi terhadap anjloknya realisasi penerimaan pajak di triwulan I-2025 sebesar 12 persen dibandingkan target. "Namun, alih-alih direviu, Suryo Utomo justru naik pangkat jadi Kepala BTIIK, badan baru yang bertugas mengawal transformasi digital di Kemenkeu," ungkapnya.

Erick Karya, praktisi IT dari PT Enygma Solusi Negeri yang selama ini mengamati sistem Coretax, menyebut naik pangkatnya Suryo Utomo ini, bak parodi meritokrasi.

“Ini seperti menunjuk sopir yang gagal mengantarkan mobil ke tujuan untuk jadi kepala dinas bidang transportasi. Logika right man in the right place diabaikan,” kata Erick.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyebut mantan Dirjen Pajak, Suryo Utomo akan bertahan di Kemenkeu dengan tugas baru sebagai Kepala Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BTIIK).

"Pak Suryo tetap akan mendukung para dirjen yang lain, termasuk dirjen pajak," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Sri Mulyani mengatakan, terdapat unit eselon I di Kemenkeu yang membidangi dukungan manajemen (dukman) dan menjadi supporting unit. Fungsi dukman di Kementerian Keuangan diampu oleh beberapa unit antara lain Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).

Kini, seiring dengan terbentuknya BTIIK, unit eselon I ini juga akan tergabung dalam dukman Kemenkeu. Mengelola keuangan negara memerlukan kolaborasi erat dari semua unit eselon I Kemenkeu. Selain itu, dia juga mendorong jajarannya di Kemenkeu memperkuat kerja sama dengan kementerian/lembaga lain, termasuk aparat penegak hukum.

"Kami di sini filosofinya adalah kerja tim bersama. Enggak ada yang kemudian menganggap 'silakan kamu ke depan' dan dijorokin. Itu enggak ada di Kementerian Keuangan," ujarnya.
Baca Juga
• Kerugian Negara Capai Rp48 Triliun, Pengawasan Laut Indonesia Dinilai Lemah,
• Absein Temui Peserta Demo Ojol di Depan DPR, Ketua Komisi V Kirim Undangan Rapat Hari Senin
• bank bjb Hadirkan Integrasi Layanan Keuangan hingga Kebutuhan IPO
• Untung dari Emas dan Nikel, Antam Setor Rp4,8 Triliun ke Negara
• Presiden Panggil Bos BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
#Coretax #Anggaran #SuryoUtomo #BTIIK #perusahaan #company
BERITA LAINNYA
Kuliner Cara Membuat Seblak Ceker, Bikin Nagih!
Infotainment Masuk Proses Sidang Perceraian, Ruben Onsu Beri Hadiah untuk Sarwendah
Hiburan Selamat! Gal Gadot Sambut Kelahiran Anak Keempat
Infotainment Menolak tuntutan polisi, kuasa hukum mengatakan Zul Zivilia tidak terlibat dalam jaringan narkoba Fredy Pratama
Pemerintahan Keracunan MBG di Bogor Masuk KLB, Ini Penjelasan BGN
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.