BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%, Pilih Jaga Stabilitas Rupiah dan Dukung Pertumbuhan

Bagikan
28 Juli 2026 | Author :
Foto: Suasana Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen. Foto: Bank Indonesia
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dalam RDG Juli 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Selain mempertahankan BI-Rate, bank sentral juga memutuskan suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 4,75 persen, sedangkan suku bunga Lending Facility dipertahankan pada 6,50 persen. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan.

Keputusan BI mempertahankan suku bunga cukup menarik perhatian pelaku pasar. Pasalnya, sebagian ekonom sebelumnya memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk merespons dinamika ekonomi global dan menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Namun, BI memilih mempertahankan level suku bunga sambil mengoptimalkan instrumen kebijakan lainnya.

Dalam paket kebijakan yang diumumkan, Bank Indonesia juga memperluas berbagai insentif guna mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas pasar, serta menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah volatilitas global.

BI menegaskan arah kebijakan moneter saat ini difokuskan pada keseimbangan antara menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan inflasi yang masih terkendali, ruang kebijakan dinilai cukup untuk mempertahankan suku bunga tanpa mengganggu upaya pemulihan ekonomi.

Sejumlah ekonom menilai keputusan tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati. Menurut mereka, setelah BI menaikkan suku bunga secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir, mempertahankan BI-Rate menjadi langkah yang tepat untuk mengevaluasi dampak kebijakan sebelumnya terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, serta aktivitas ekonomi domestik.

Ke depan, Bank Indonesia menyatakan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global maupun domestik. Arah kebijakan moneter selanjutnya akan disesuaikan dengan dinamika inflasi, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kondisi pasar keuangan guna memastikan stabilitas tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional berlanjut secara berkelanjutan.
Baca Juga
• BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%, Pilih Jaga Stabilitas Rupiah dan Dukung Pertumbuhan
#BankIndonesia #BIRate #SukuBunga #EkonomiIndonesia #Rupiah #Inflasi #KebijakanMoneter #BI #BeritaEk
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.