2 Tahun Prabowo-Gibran, Survei Ungkap Kepuasan dan Keluhan Publik

Bagikan
22 Oktober 2026 | Author :
Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz
Survei Poltracking mencatat 55,3 persen responden puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ekonomi, harga pangan, dan lapangan kerja masih menjadi sorotan.
JAKARTA — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai beragam penilaian masyarakat. Survei Poltracking Indonesia mencatat 55,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan, sementara 40,9 persen lainnya mengaku tidak puas.

Hasil survei yang dirilis pada 19 Oktober 2026 tersebut menunjukkan tingkat kepuasan publik relatif stagnan dibandingkan periode sebelumnya. Sebanyak 3,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Survei dilakukan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara tatap muka dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ekonomi Jadi Catatan Kritis

Persoalan ekonomi menjadi salah satu tantangan utama pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi hanya mencapai 36,8 persen.

Angka itu menjadi yang terendah dibandingkan sejumlah bidang lain yang diukur. Sementara itu, kepuasan terhadap bidang hukum dan pemberantasan korupsi tercatat sebesar 43,1 persen.

Poltracking juga menemukan bahwa harga kebutuhan pokok menjadi persoalan yang paling mendesak bagi masyarakat. Sebanyak 45,9 persen responden menempatkan mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai masalah utama yang perlu segera diselesaikan pemerintah.

Selain itu, kesulitan mencari pekerjaan dan pemberantasan korupsi turut menjadi perhatian publik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi rumah tangga dan ketersediaan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Di sisi lain, penilaian terhadap sejumlah bidang menunjukkan hasil lebih positif. Kepuasan publik terhadap bidang pendidikan mencapai 66,3 persen, sedangkan pertahanan dan keamanan serta sosial budaya sebesar 63,7 persen. Bidang kesehatan memperoleh tingkat kepuasan 62,1 persen.

Program Pemerintah Mendapat Penilaian Beragam

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Poltracking mencatat 29,6 persen responden menyebut MBG sebagai program pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya.

Namun, penilaian terhadap pelaksanaannya masih terbagi. Dari responden yang mengetahui program tersebut, 49,5 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 47,4 persen mengaku puas.

Program Koperasi Desa Merah Putih juga menghadapi tantangan serupa. Sebanyak 46,1 persen responden yang mengetahui program tersebut menyatakan tidak puas, sementara 27,8 persen menyatakan puas.

Berbeda dengan kedua program tersebut, Sekolah Rakyat memperoleh respons lebih positif. Sebanyak 65,5 persen responden yang mengetahui program itu menyatakan puas, sedangkan 15,3 persen lainnya tidak puas.

Perbedaan hasil tersebut memperlihatkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program pemerintah bergantung pada pelaksanaan dan manfaat yang dirasakan. Karena itu, evaluasi terhadap ketepatan sasaran dan kualitas layanan menjadi penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Kepercayaan Publik Lebih Tinggi

Meski tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berada di angka 55,3 persen, kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat lebih tinggi, yakni 64,8 persen.

Poltracking menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih besar dibandingkan penilaian atas hasil kinerja yang telah dirasakan.

Perbedaan antara kepuasan dan kepercayaan itu menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengendalian harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, dan peningkatan kualitas pelaksanaan program prioritas menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, hasil survei tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
• Bunga Pinjaman Mekaar Turun Jadi 8%, Pemerintah Siapkan Aturannya
• DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Outsourcing Kini Berhak atas Pesangon
• Tunggu Keputusan MK soal Sekolah Gratis SD-SMP Negeri dan Swasta, , Kemendikdasmen: Tak Akan mendahu
• Hasil Sidang Isbat: Idulfitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
• Jangan coret Uang Rupiah, Ini Pasal Yang Bakal Diterima, Sanksi Penjara hingga Denda Miliaran!
#PrabowoGibran #SurveiNasional #KepuasanPublik #Ekonomi #PolitikIndonesia
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.