Survei IPO Oktober 2026: Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo dalam Elektabilitas Capres
Bagikan
27 Oktober 2026 | Author :
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Puncaki Elektabilitas Capres Versi IPO 33,7% (ANTARA/Aditya Pradana Putra)
Survei IPO Oktober 2026 menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas elektabilitas capres dengan 33,7 persen, mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dalam simulasi elektabilitas calon presiden berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode Oktober 2026. Dedi memperoleh 33,7 persen, mengungguli Presiden Prabowo Subianto yang meraih 14,5 persen dan Anies Baswedan sebesar 11,3 persen.
Hasil tersebut merupakan bagian dari survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih yang dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026. Survei melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error sekitar 2,9 persen.
Dalam simulasi terbuka atau top of mind, responden diminta menyebutkan nama tokoh yang akan dipilih apabila pemilihan presiden dilaksanakan saat survei berlangsung.
Setelah Dedi, Prabowo berada di posisi kedua, disusul Anies Baswedan. Sejumlah tokoh lain memperoleh angka di bawah lima persen.
Agus Harimurti Yudhoyono mencatat elektabilitas 4,3 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen, dan Mahfud MD sebesar 2,9 persen.
Sementara itu, responden yang menyatakan tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan mencapai 15,8 persen.
Elektabilitas Dedi Mulyadi Tertinggi dalam Dua Simulasi
Keunggulan Dedi Mulyadi juga terlihat ketika responden diberikan daftar nama tokoh dalam simulasi tertutup. Dalam skenario tersebut, Dedi memperoleh elektabilitas 32 persen.
Prabowo berada di posisi kedua dengan 18,4 persen, sedangkan Anies memperoleh 12,6 persen. Ganjar Pranowo mencatat 4,5 persen dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 3,1 persen.
Hasil dari kedua simulasi tersebut memperlihatkan bahwa Dedi menjadi tokoh dengan tingkat dukungan tertinggi di antara nama-nama yang diuji dalam survei IPO.
Meski demikian, hasil survei tersebut menggambarkan preferensi responden pada periode pengambilan data. Angka elektabilitas tidak dapat dianggap sebagai prediksi pasti hasil Pemilihan Presiden 2029.
Peta Elektabilitas Masih Dapat Berubah
Hasil survei IPO sebelumnya pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 menunjukkan peta elektabilitas yang berbeda.
Dalam simulasi terbuka pada periode tersebut, Prabowo memperoleh elektabilitas 23,4 persen, sementara Dedi Mulyadi berada di angka 21,7 persen. Anies Baswedan mencatat 11,5 persen.
Perbedaan hasil antara kedua periode survei menunjukkan adanya perubahan preferensi responden terhadap tokoh-tokoh yang masuk dalam simulasi calon presiden.
Namun, perubahan angka tersebut perlu dibaca dengan mempertimbangkan waktu pengambilan data, rumusan pertanyaan, dan kondisi politik saat survei dilakukan.
Elektabilitas juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan peluang seorang tokoh dalam kontestasi presiden. Dukungan partai politik, pembentukan koalisi, rekam jejak kepemimpinan, serta dinamika politik menjelang pemilu turut memengaruhi proses pencalonan.
Persoalan Ekonomi Masih Menjadi Perhatian Publik
Selain memetakan elektabilitas tokoh nasional, survei IPO Oktober 2026 turut menyoroti penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang memasuki tahun kedua.
Dalam laporan survei tersebut, pengendalian harga bahan pokok menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disoroti responden, dengan angka 28 persen.
Pemberantasan korupsi berada di urutan berikutnya dengan 19,5 persen, disusul pembukaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran sebesar 14,7 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi dan tata kelola pemerintahan masih menjadi bagian penting dalam penilaian publik terhadap arah kebijakan nasional.
Bagi para tokoh yang berpotensi masuk dalam bursa calon presiden, persoalan tersebut dapat menjadi salah satu tantangan untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Survei IPO ini memberikan gambaran awal mengenai peta elektabilitas tokoh nasional pada Oktober 2026. Meski Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dalam dua simulasi, persaingan menuju Pilpres 2029 masih terbuka dan dapat berubah mengikuti perkembangan politik serta penilaian masyarakat terhadap kinerja para pemimpin.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.