Ria Ricis menuai kritik setelah menyebut lokasi karhutla di Kalimantan sebagai KidZania 2026. Begini kronologi dan klarifikasinya.
JAKARTA– Konten kreator Ria Ricis menuai kritik warganet setelah mengunggah foto saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan keterangan "KidZania 2026". Unggahan tersebut menjadi perbincangan karena dinilai kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Polemik bermula ketika Ria Ricis membagikan dokumentasi kegiatannya sebagai relawan di wilayah terdampak karhutla. Melalui akun media sosial pribadinya, ia memperlihatkan sejumlah aktivitas, mulai dari membantu memadamkan api hingga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.
Namun, perhatian warganet kemudian tertuju pada salah satu unggahannya di Threads yang menampilkan foto dirinya di tengah kondisi langit yang dipenuhi kabut asap. Dalam unggahan tersebut, Ricis menuliskan keterangan singkat "KidZania 2026".
Istilah tersebut merujuk pada KidZania, sebuah taman bermain edukatif yang memungkinkan anak-anak mencoba berbagai simulasi pekerjaan orang dewasa, termasuk menjadi petugas pemadam kebakaran.
Tuai Kritik karena Dinilai Tidak Peka terhadap Bencana
Penggunaan istilah KidZania dalam unggahan tersebut memicu beragam tanggapan negatif. Sejumlah warganet menilai perbandingan lokasi karhutla dengan taman bermain tidak tepat, mengingat masyarakat setempat sedang menghadapi dampak kebakaran dan kabut asap.
Kritik juga muncul karena unggahan tersebut dianggap mengesampingkan kondisi warga yang harus berhadapan dengan risiko kesehatan akibat pencemaran udara.
Sebelumnya, aktivitas Ricis di lokasi karhutla juga sempat menjadi sorotan. Penampilannya yang mengenakan pakaian serba putih ketika membantu penyiraman area terdampak turut dipertanyakan sejumlah pengguna media sosial.
Sebagian warganet bahkan mempertanyakan apakah kehadiran Ricis benar-benar membantu proses penanganan kebakaran atau justru berpotensi mengganggu aktivitas petugas di lapangan.
Ria Ricis Berikan Klarifikasi
Menanggapi kritik yang bermunculan, Ria Ricis memberikan penjelasan melalui kolom komentar di media sosial. Ia menyebut istilah KidZania bukan berasal dari dirinya, melainkan hanya mengikuti dan menyalin perkataan orang lain.
"Bukan aku yang bilang kak aku cuma ikutin, copas.. coba aku tanya lagi sama yang pertama bilang ya," tulis Ricis dalam balasan kepada salah satu warganet.
Meski telah memberikan penjelasan, respons tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik. Sejumlah pengguna media sosial menilai Ricis kurang memahami konteks sindiran yang sebelumnya ditujukan kepadanya.
Unggahan yang memuat keterangan KidZania 2026 di Threads kemudian dihapus. Sementara itu, keterangan pada unggahan Instagram miliknya juga mengalami penyuntingan.
Aksi Bantuan Ricis Ikut Menjadi Perhatian**
Di tengah polemik tersebut, kegiatan sosial yang dilakukan Ria Ricis di wilayah terdampak karhutla juga menjadi bagian dari perbincangan.
Dalam sejumlah dokumentasi yang dibagikan, Ricis terlihat membantu aktivitas pemadaman dan penyaluran air bersih kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran.
Namun, kontroversi ini memperlihatkan bahwa kegiatan kemanusiaan figur publik tidak terlepas dari perhatian masyarakat, termasuk cara mereka menyampaikan pesan melalui media sosial.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan bahasa dan pemilihan konteks dalam membuat konten perlu mempertimbangkan situasi masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan bencana dan penderitaan orang lain.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.