Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, 105 Warga Mengungsi akibat Asap

Bagikan
08 September 2026 | Author :
Foto: Truk BPBD Kota Solo Sedang mengisi tangki truk pemadam kebakaran di TPA Putri Cempo Solo. (SMSolo/dok) (SMSolo)
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo masih ditangani. Sebanyak 105 warga mengungsi akibat dampak asap, sementara Blok B masih menjadi fokus pemadaman
SOLO – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, masih dalam penanganan tim gabungan hingga Selasa (8/9/2026). Meski kondisi kebakaran mulai terkendali di sejumlah area, titik api masih ditemukan di Blok B.

Dampak asap dari kebakaran tersebut membuat 105 warga mengungsi ke GOR UTP di Desa Plesungan, Kabupaten Karanganyar. Asap juga masih dirasakan di sejumlah wilayah sekitar, meski intensitasnya dilaporkan mulai berkurang seiring berlangsungnya proses pemadaman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penanganan terhadap warga terdampak dilakukan bersamaan dengan operasi pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi belum sepenuhnya pulih.

Blok C dan D Sudah Aman

Perkembangan penanganan menunjukkan area kebakaran di TPA Putri Cempo secara umum mulai berkurang.

BNPB melaporkan Blok C dan Blok D telah dinyatakan aman, sedangkan Blok B masih menjadi fokus utama karena masih terdapat area yang terbakar.

Tim gabungan memprioritaskan pemadaman di Blok B, khususnya area yang berada di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Petugas menggunakan sejumlah metode untuk mengatasi titik api, termasuk penyemprotan air dan teknik injeksi untuk memasukkan air ke bagian dalam tumpukan sampah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo Indradi mengatakan penanganan di sisi timur Blok B menghadapi kendala karena kondisi medan yang curam dan akses yang terbatas. Sebanyak delapan tim dikerahkan dalam operasi penanganan pada Selasa.

Pemadaman Blok B Ditargetkan Tujuh Hari

BNPB bersama tim gabungan menargetkan penanganan kebakaran di Blok B dapat dituntaskan dalam waktu sekitar tujuh hari.

Target tersebut tetap menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, mengingat kebakaran pada tumpukan sampah memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran pada lahan terbuka.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam operasi. Tim mengoptimalkan hydrant yang tersedia di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta menambah tandon air untuk mendukung proses pemadaman.

Selain operasi darat, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya akan bergantung pada kondisi dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan operasional.

105 Warga Masih Mengungsi

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di area TPA. Asap juga menyebar ke sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, termasuk Dusun Sulurejo RT 05 hingga RT 10, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo.

Sebanyak 105 jiwa yang terdampak asap saat ini berada di lokasi pengungsian GOR UTP Desa Plesungan.

Pemerintah dan tim penanganan kebencanaan melakukan penanganan terhadap dampak asap secara paralel dengan proses pemadaman. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

Warga juga diminta menggunakan perlindungan pernapasan apabila kualitas udara di lingkungan sekitar menurun akibat paparan asap.

Petugas Tambah Peralatan Pemadaman

Penanganan kebakaran membutuhkan dukungan personel, air dan peralatan khusus. BNPB mencatat masih diperlukan sejumlah perlengkapan untuk memperkuat operasi di lapangan.

Beberapa peralatan yang dibutuhkan antara lain selang pemadam berbahan rubber, sarung tangan, pipa injeksi, nozzle serta masker medis dan masker full face. Dukungan obat-obatan, vitamin dan tetes mata juga diperlukan untuk mendukung kondisi petugas dan warga terdampak.

Selain itu, tiga unit alat berat dibutuhkan untuk memperkuat penanganan di area TPA.

Penanganan kebakaran TPA Putri Cempo kini terus dipantau pemerintah bersama tim gabungan. Fokus utama adalah memastikan seluruh titik api di Blok B dapat dipadamkan sekaligus mengurangi dampak asap terhadap permukiman warga.

Selama proses tersebut berlangsung, masyarakat di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan mengutamakan keselamatan dengan mengikuti arahan petugas.
Baca Juga
• Polda Jabar Minta Maaf usai Anggota Terlibat Insiden di Bundaran HI, Proses Kode Etik Tetap Berjalan
• Gedung Bapenda DKI Terbakar, Api Merambat hingga Lantai 16, Layanan Publik Tetap Berjalan
• Long Weekend, Contraflow Diberlakukan di Jalan Tol Jagorawi
• Karhutla Mulai Merambah Kawasan IKN, 400 Hektare Lahan Terbakar
• Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Capai 50.000 Kaki
#TPAPutriCempo #Kebakaran #Solo #Surakarta #Karanganyar #JawaTengah #KebakaranTPA #BNPB #BeritaTerki
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.