Pipa Utama Arab Saudi Bermasalah, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bagikan
16 September 2026 | Author :
Foto: Vantor/Handout via REUTERS
Harga minyak dunia melonjak usai pipa East-West Arab Saudi terganggu serangan drone. WTI dan Brent naik, pasar waspadai risiko pasokan global.
JAKARTA – Harga minyak dunia kembali melonjak setelah jalur pipa East-West milik Arab Saudi mengalami gangguan operasional akibat serangan drone. Pipa yang menjadi salah satu urat nadi ekspor minyak Saudi ini biasa digunakan untuk mengalirkan minyak dari kawasan penghasil di dekat Teluk Persia menuju terminal ekspor di pesisir Laut Merah, tanpa harus melewati Selat Hormuz yang tengah rawan akibat ketegangan kawasan.

Akibat gangguan tersebut, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik ke kisaran US$102 per barel, sedangkan Brent bergerak di atas US$105 per barel. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung beberapa hari terakhir sejak insiden serangan tersebut terjadi.

Pipa East-West sendiri memiliki kapasitas pengangkutan hingga tujuh juta barel per hari. Jika gangguan berlangsung lama, sekitar empat persen pasokan minyak global berpotensi hilang dari pasar. Hingga kini, Saudi Aramco selaku operator belum memberikan keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan maupun estimasi waktu pemulihan.

Sejumlah analis pasar energi menyebut arah pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada durasi gangguan pipa tersebut. Semakin lama jalur itu tidak beroperasi, semakin besar pula potensi harga minyak terdorong naik lebih tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, Arab Saudi dikabarkan mulai mengalihkan sebagian pengiriman minyaknya melalui Selat Hormuz. Namun jalur alternatif ini juga tidak sepenuhnya aman, mengingat kawasan tersebut masih diliputi ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Teluk. Situasi ini bahkan sempat menunda agenda pertemuan diplomatik regional yang semula dijadwalkan membahas keamanan jalur pelayaran di selat tersebut.

Kenaikan harga minyak turut memberi sentimen tersendiri bagi pasar keuangan domestik. Pelaku pasar saham dalam negeri disebut mulai mewaspadai potensi tekanan lanjutan terhadap perekonomian nasional, mengingat kenaikan harga energi berisiko mendorong biaya produksi dan memicu tekanan inflasi.

Publik dan pelaku pasar kini menanti perkembangan lebih lanjut mengenai kapan pipa tersebut dapat kembali beroperasi normal, sembari terus memantau dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih menjadi faktor utama penggerak harga energi global.
Baca Juga
• Pemerintah AS Kritik Sertifikasi Halal RI: Prosedur Dinilai Rumit
• Kekejian Serangan Israel Akibatkan 90% Lahan Pertanian Gaza Tak Dapat Ditanami
• Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel
• Pipa Minyak East-West Arab Saudi Lumpuh Diserang Drone, Pasokan Minyak Dunia Terancam
• Simak! Lirik Lagu Touch - KATSEYE dan Terjemahannya
#HargaMinyak #MinyakDunia #ArabSaudi #WTI #Brent #KrisisEnergi #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.