Gempa NTT M7,7 Picu 235 Gempa Susulan, Tsunami Capai 1,61 Meter

Bagikan
15 Agustus 2026 | Author :
Foto: Gempa M7,7 Guncang NTT, BMKG Catat 235 Gempa Susulan/BMKG
Gempa NTT M7,7 mengguncang Flores dan memicu tsunami 1,61 meter. BMKG mencatat 235 gempa susulan hingga Sabtu siang.
JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa tektonik tersebut terjadi di wilayah utara Pulau Flores dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman relatif dangkal sehingga guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah di NTT.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Zona tersebut merupakan salah satu kawasan tektonik aktif yang berada di belakang busur kepulauan Flores.

235 Gempa Susulan Tercatat

Pasca gempa utama, aktivitas seismik masih terus berlangsung. Hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 235 kali gempa bumi susulan di sekitar wilayah utara Flores.

Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo mulai dari M2,5 hingga M6,2. BMKG menyatakan aktivitas gempa susulan masih perlu dipantau karena belum menunjukkan peluruhan yang signifikan.

BMKG bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah kemudian melakukan pemantauan serta penanganan dampak gempa. Tim BMKG juga diterjunkan untuk melakukan survei dan pemetaan kondisi wilayah yang terdampak sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.

Tsunami Sempat Terjadi di Sejumlah Wilayah

Gempa M7,7 tersebut juga memicu tsunami. Salah satu wilayah yang tercatat mengalami gelombang tsunami adalah Reo, Kabupaten Manggarai, dengan ketinggian mencapai sekitar 1,61 meter.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan ketika peringatan dini tsunami masih berlaku. Setelah pemantauan menunjukkan kondisi laut berangsur aman, BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami.

Masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar yang beredar melalui media sosial, terutama informasi mengenai prediksi gempa susulan yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Mengingatkan Kembali Gempa Flores 1992

Gempa kali ini juga mengingatkan kembali pada peristiwa gempa besar Flores pada 1992. BMKG menyebut terdapat sejumlah karakteristik yang memiliki kemiripan antara kejadian gempa saat ini dengan gempa Flores pada masa tersebut.

Kawasan Flores memang berada di wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi. Pergerakan lempeng dan keberadaan sesar aktif membuat wilayah NTT memiliki potensi mengalami gempa bumi dengan kekuatan besar.

Dengan masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap tenang tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya. Warga, khususnya yang berada di kawasan pesisir, diminta mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi BMKG.

BMKG menegaskan bahwa gempa susulan merupakan bagian yang umum terjadi setelah gempa utama. Namun, kekuatan dan waktunya tidak dapat dipastikan secara tepat sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Baca Juga
• Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Bali, Polisi Tetapkan Lima Tersangka
• BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Ekstrem 2026, Petani Diminta Sesuaikan Pola Tanam
• Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Ramai Diputar di Sejumlah Kota, Ruang Diskusi Publik hingga Polemik
• Pasien BPJS Meninggal Diduga Dicibir Nakes, KKI Turun Tangan dan Menkes Sampaikan Keprihatinan
• Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Ratusan Ribu Kendaraan Diprediksi Padati Akses Menuju Jakarta
#GempaNTT #GempaFlores #GempaBumi #BMKG #Tsunami #NTT #Flores #BeritaTerkini
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.