Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bersama 1.000 ABK Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Bagikan
14 Agustus 2026 | Author :
Foto: Kemendikdasmen menggelar kegiatan Suara Inklusi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Foto: ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama 1.000 penyandang disabilitas menggaungkan pendidikan bermutu untuk semua dalam kegiatan Suara Inklusi di Yogyakarta
YOGYAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang bermutu dan setara. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya bersama sekitar 1.000 anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan Suara Inklusi di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (12/8/2026) melalui kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menekankan bahwa hak memperoleh pendidikan berlaku bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Menurutnya, anak dengan kondisi fisik, intelektual, sosial, maupun kebutuhan khusus lainnya juga memiliki hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai.
Komitmen tersebut, kata Mu’ti, sejalan dengan amanat konstitusi serta kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemendikdasmen berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih mudah dijangkau, fleksibel, inklusif, dan terjangkau.
Mu’ti juga menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan membuka akses sekolah, tetapi juga memastikan layanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan setiap peserta didik. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan setara.
“Pendidikan bermutu untuk semua” menjadi salah satu visi yang terus didorong Kemendikdasmen. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena kondisi fisik, sosial, ekonomi, maupun faktor lainnya.
Momentum Suara Inklusi di Yogyakarta juga diisi dengan aksi yang melibatkan sekitar 1.000 penyandang disabilitas. Mereka secara bersama-sama membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan bahasa isyarat. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Selain kegiatan tersebut, rangkaian acara juga menampilkan karya seni para siswa penyandang disabilitas. Pameran itu menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan kreativitas peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam kegiatan yang sama, Kemendikdasmen turut menyerahkan kartu Program Indonesia Pintar (PIP) serta bantuan revitalisasi satuan pendidikan secara simbolis. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses sekaligus kualitas layanan pendidikan.
Program revitalisasi satuan pendidikan Kemendikdasmen pada 2025 telah mencakup 46 satuan pendidikan di wilayah DIY dengan nilai sekitar Rp71,3 miliar. Sementara secara nasional, hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau 1.609 sekolah dengan total nilai mencapai sekitar Rp2,02 triliun.
Komitmen terhadap pendidikan inklusif juga mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto. Ia menilai keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, pemberian ruang dan kesempatan yang lebih luas dapat membantu anak-anak penyandang disabilitas mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Melalui kegiatan Suara Inklusi, Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pemerataan kesempatan. Pendidikan yang inklusif diharapkan mampu memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
Upaya tersebut menjadi bagian dari visi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan akses pendidikan yang setara sebagai salah satu fondasi penting pembangunan nasional.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.