Malaysia Kirim Bantuan Water Bombing untuk Karhutla Kalimantan, Operasi ASEAN Belum Ditentukan

Bagikan
31 Agustus 2026 | Author :
Foto: Ilustrasi Pesawat Water Bimbing/Antara
Malaysia menyiapkan bantuan water bombing untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan. Operasi ASEAN tersebut masih menunggu penetapan jadwal.
JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dan memicu kabut asap hingga Malaysia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama penanganan kebakaran. Malaysia termasuk negara yang disiapkan untuk terlibat dalam operasi water bombing guna membantu mengatasi kebakaran di Kalimantan.

Namun, hingga akhir Agustus 2026, operasi water bombing yang melibatkan negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia, belum memiliki jadwal pelaksanaan yang pasti.

Laporan New Straits Times (NST) menyebut Indonesia masih belum menetapkan tanggal pelaksanaan operasi water bombing bersama negara-negara ASEAN. Rencana tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang telah menimbulkan kabut asap lintas batas.

Dengan demikian, informasi mengenai keterlibatan pesawat Malaysia perlu ditempatkan dalam konteks rencana bantuan dan koordinasi regional, bukan sebagai operasi yang sudah berlangsung di Kalimantan.

Malaysia Siap Berkoordinasi dengan Indonesia

Kerja sama Indonesia dan Malaysia semakin penting setelah asap dari kebakaran di wilayah Indonesia bergerak menuju sejumlah kawasan di Malaysia.

Laporan Bernama sebelumnya menyebut kedua negara melakukan koordinasi untuk menghadapi dampak kabut asap lintas batas. Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca atau cloud seeding untuk membantu meningkatkan peluang hujan di kawasan terdampak.

Indonesia juga telah memberikan izin kepada Malaysia untuk melakukan operasi penyemaian awan di wilayah udara Indonesia dalam rangka membantu mengatasi persoalan kabut asap. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons bersama terhadap kondisi cuaca kering dan meningkatnya aktivitas kebakaran.

Sementara itu, rencana water bombing memberikan opsi penanganan langsung terhadap titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Indonesia Sudah Kerahkan Armada Water Bombing

Di Indonesia sendiri, operasi pemadaman dari udara telah berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan helikopter water bombing. Di Kalimantan Barat, misalnya, BNPB sebelumnya menambah armada helikopter untuk mempercepat pemadaman di wilayah yang mengalami peningkatan risiko kebakaran.

Operasi tersebut dilakukan bersamaan dengan pemadaman dari darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diperlukan karena sejumlah lokasi kebakaran berada di area yang sulit dijangkau oleh personel melalui jalur darat.

Dalam salah satu operasi di Kalimantan Barat, empat unit water bombing melakukan delapan kali penerbangan dengan 223 kali penjatuhan air. Total air yang dijatuhkan mencapai sekitar 1,052 juta liter dalam satu hari, dengan estimasi area yang berhasil ditangani sekitar 13 hektare.

Puluhan Ribu Personel Dikerahkan

Penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan operasi udara. Pemerintah Indonesia juga mengerahkan personel dalam jumlah besar untuk melakukan pemadaman, patroli, pendinginan, serta pencegahan agar api tidak kembali meluas.

Associated Press (AP) melaporkan lebih dari 24.000 petugas pemadam dikerahkan untuk menghadapi kebakaran yang melanda kawasan hutan dan lahan gambut Indonesia. Mereka didukung operasi udara, termasuk water bombing, di tengah kondisi kering, angin kencang, dan pola El Niño yang memperburuk risiko kebakaran.

Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang menjadi perhatian karena sejumlah titik panas berada di wilayah tersebut. Data yang dikutip AP menunjukkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah termasuk daerah dengan konsentrasi titik panas yang tinggi.

Kebakaran juga menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih luas karena asap bergerak melintasi perbatasan Indonesia dan masuk ke wilayah Malaysia serta Brunei.

Kabut Asap Berdampak ke Malaysia

Dampak karhutla Indonesia dirasakan langsung oleh masyarakat di Malaysia, khususnya Sarawak yang berada di Pulau Kalimantan.

AP melaporkan kabut asap dari kebakaran Indonesia telah menyebar ke Malaysia dan mengganggu aktivitas masyarakat. Hampir 600 sekolah di Sarawak bahkan sempat terdampak kondisi kualitas udara yang memburuk.

Situasi tersebut membuat persoalan karhutla tidak lagi hanya menjadi masalah nasional Indonesia. Kabut asap yang bergerak melewati batas negara menjadikannya persoalan regional yang membutuhkan koordinasi antara negara-negara Asia Tenggara.

Water Bombing ASEAN Masih Menunggu Jadwal

Rencana keterlibatan negara-negara ASEAN dalam operasi water bombing di Indonesia menjadi salah satu bentuk solidaritas regional dalam menghadapi bencana karhutla.

Meski demikian, NST menegaskan bahwa Indonesia belum menentukan tanggal pelaksanaan operasi tersebut. Malaysia disebut sebagai salah satu negara yang akan terlibat dalam rencana operasi bersama tersebut.

Artinya, hingga saat ini belum tepat jika disebut bahwa pesawat Malaysia telah terbang membawa air dan melakukan pemadaman di Kalimantan. Yang telah terkonfirmasi adalah adanya rencana operasi bersama dan koordinasi bantuan, sementara Indonesia sendiri sudah menjalankan operasi water bombing menggunakan armada yang tersedia di dalam negeri.

Kerja Sama Jadi Kunci

Karhutla yang terjadi pada musim kering 2026 menunjukkan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan kombinasi strategi, mulai dari pemadaman darat, water bombing, operasi modifikasi cuaca hingga pencegahan kebakaran baru.

Indonesia terus memperkuat operasi di wilayah yang menjadi prioritas, sementara Malaysia ikut melakukan langkah untuk mengurangi dampak kabut asap yang mencapai wilayahnya.

Kerja sama tersebut menjadi semakin penting karena kondisi cuaca kering dapat membuat api lebih cepat menyebar dan menyulitkan proses pemadaman. Di sisi lain, kabut asap dapat bergerak mengikuti arah angin dan memengaruhi kualitas udara di negara tetangga.

Dengan rencana operasi water bombing ASEAN, Indonesia berharap dukungan regional dapat memperkuat upaya pemadaman di kawasan yang terdampak parah. Namun, pelaksanaan bantuan udara tersebut masih menunggu penetapan waktu dan koordinasi lebih lanjut.
Baca Juga
• Keracunan MBG di Bogor Masuk KLB, Ini Penjelasan BGN
• Pemerintah Perpanjang Program Bantuan Beras hingga Desember 2026
• Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara Rp14.000 Triliun, Singgung Manipulasi Ekspor
• Seskab Teddy Bertemu Haji Isam, Bahas Investasi hingga Hilirisasi
• Aktivitas Pemerintahan Mulai Bergeser ke IKN, Wapres Berpeluang Berkantor Tahun Ini
#karhutla #kalimantan #malaysia #waterbombing #kabutasap #karhutlakalimantan #bnpb #asean #indonesia
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.