Serangan Udara Militer AS di Yaman Tewaskan lebih dari 200 Orang

Bagikan
22 April 2025 | Author : Redaksi
Foto: Yahya Arhab/EPA-EFE/Shutterstock
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa tujuan dari serangan ini adalah untuk mendorong kelompok tersebut menghentikan ancaman terhadap kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah, yang merupakan jalur penting bagi perdagangan internasional.
Dua belas orang kehilangan nyawa dan 30 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di ibu kota Yaman. Serangan ini menargetkan Attan, Sanaa, yang telah berada di bawah kendali kelompok pemberontak sejak tahun 2014, serta sebuah proyek sanitasi di kawasan Asir.

Menurut laporan media yang dikelola Houthi pada hari Minggu (20/4/2025), serangan tersebut juga menjangkau area Furwah dan pasar yang ramai di distrik Shoub. Serangan ini terjadi satu hari setelah Amerika Serikat melaksanakan 13 serangan yang menyasar pelabuhan dan Bandara Hodeidah, serta tiga hari setelah serangan mematikan yang mengincar pelabuhan Ras Isa, juga di Hodeidah, yang mengakibatkan setidaknya 80 orang meninggal dan lebih dari 150 orang terluka.

Wilayah yang berada di bawah penguasaan Houthi di Yaman telah mengalami serangan udara hampir setiap hari oleh Washington. Sejak administrasi Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangkaian serangan militer besar-besaran terhadap Houthi pada bulan Maret, lebih dari 200 orang telah tewas.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa tujuan dari serangan ini adalah untuk mendorong kelompok tersebut menghentikan ancaman terhadap kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah, yang merupakan jalur penting bagi perdagangan internasional.

Saat situasi genosida di Gaza semakin memburuk, Yaman menerapkan blokade strategis pada jalur-jalur maritim utama, dengan tujuan mengganggu pengiriman pasokan militer kepada lawan mereka dan memberikan tekanan kepada komunitas internasional untuk menangani krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.

Sejak November 2023, Houthi dilaporkan telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal-kapal yang mereka katakan terkait dengan Israel, sebagai tanggapan atas perang Israel di Gaza dan sebagai solidaritas dengan Palestina.

Serangan Houthi telah melumpuhkan pengiriman melalui Terusan Suez, jalur air vital yang biasanya dilalui sekitar 12 persen lalu lintas pengiriman global, sehingga memaksa banyak perusahaan untuk menggunakan rute alternatif yang mahal di sekitar Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Kelompok Houthi menghentikan serangan terhadap jalur pelayaran selama gencatan senjata dua bulan di Gaza awal tahun ini. Namun, mereka berjanji akan melanjutkan serangan setelah Israel melanjutkan serangannya terhadap daerah kantong yang terkepung itu bulan lalu.

Kelompok Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah atau “pendukung Tuhan”, muncul pada tahun 1990-an tetapi menjadi terkenal pada tahun 2014 ketika mereka merebut Sanaa dan memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi meninggalkan negara tersebut.
Baca Juga
• Timur Tengah Memanas, Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari
• Ajukan Hibah Baru, Arab Saudi dan Qatar akan Bayar Utang Suriah Rp252 Miliar ke Bank Dunia
• Warga Gaza Dapat SMS dari Israel, Iming-iming Pindah ke Luar Negeri
• Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Ditolak Amerika Serikat, Ketegangan Politik Memanas
• Miris! 15 Pekerja Media Dibunuh di Gaza Sejak Awal 2025
#Militer #AS #Yaman #Tewas #Orang #perang #global
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.