Polemik Cerdas Cermat MPR RI Viral, Juri Dinilai Tak Konsisten saat Menilai Jawaban
Bagikan
14 Mei 2026 | Author :
Foto: LCC MPR RI/YouTube MPR RI
Polemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026 viral usai juri dinilai tidak konsisten dalam menilai jawaban peserta. MPR RI minta maaf dan putuskan final diulang.
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak menjadi sorotan publik usai video perlombaan tersebut viral di media sosial. Polemik muncul setelah dewan juri dinilai tidak konsisten dalam memberikan penilaian terhadap jawaban peserta.
Video yang beredar luas memperlihatkan salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan juri karena jawaban timnya dinyatakan salah. Sementara pada sesi lain, jawaban dengan makna serupa dari peserta berbeda justru dianggap benar dan memperoleh poin.
Potongan video tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet menilai keputusan dewan juri tidak adil dan merugikan peserta yang dianggap telah memberikan jawaban sesuai konteks pertanyaan.
Dalam video viral itu, suasana perlombaan sempat memanas setelah peserta mempertanyakan dasar penilaian juri di hadapan penonton. Respons juri dan pembawa acara (MC) juga ikut menjadi sorotan publik karena dinilai kurang mampu meredam situasi.
Polemik tersebut dengan cepat menjadi trending di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet menyuarakan dukungan terhadap peserta yang berani menyampaikan keberatan secara langsung saat perlombaan berlangsung.
Menanggapi ramainya kritik publik, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi. MPR mengakui adanya kelalaian dalam proses pelaksanaan lomba, khususnya terkait mekanisme penilaian dewan juri.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” demikian pernyataan resmi MPR.
Sebagai tindak lanjut, MPR RI memutuskan untuk menonaktifkan sementara dewan juri dan MC yang bertugas dalam final lomba tersebut. Langkah itu diambil sebagai bentuk evaluasi internal sekaligus menjaga kredibilitas kegiatan pendidikan yang diselenggarakan lembaga negara tersebut.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani kemudian memutuskan bahwa babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat akan diulang dengan menghadirkan dewan juri baru. Keputusan tersebut diambil setelah polemik penilaian terus menjadi perhatian masyarakat luas.
MPR menegaskan bahwa proses ulang final akan dilakukan secara lebih objektif dan transparan agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil.
Namun, keputusan pertandingan ulang itu tidak sepenuhnya diterima semua pihak. SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dalam polemik tersebut menyatakan memilih tidak mengikuti final ulang.
Pihak sekolah menyebut keputusan itu diambil untuk menjaga kondusivitas dan menghormati proses evaluasi yang sedang dilakukan MPR RI. Sekolah juga menyatakan dukungan kepada peserta lain untuk melanjutkan kompetisi.
Kasus ini turut memunculkan diskusi publik mengenai pentingnya profesionalisme dan konsistensi penilaian dalam ajang kompetisi pendidikan. Banyak pihak menilai perlombaan tingkat nasional seharusnya memiliki standar penilaian yang jelas agar tidak menimbulkan multitafsir.
Di sisi lain, MPR RI menegaskan bahwa Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transparansi dan objektivitas dalam kompetisi pendidikan menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.