Merapi Luncurkan 5 Kali Guguran Lava, Status Masih Siaga Level III
Bagikan
21 September 2026 | Author :
Foto: Guguran lava pijar Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Minggu (24/4/2022). (Foto arsip: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU)
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava lima kali ke barat daya, Senin (21/9/2026). BPPTKG pertahankan status Siaga Level III dan minta warga waspada.
YOGYAKARTA – Gunung Merapi meluncurkan guguran lava lima kali ke arah barat daya pada Senin (21/9/2026), sementara BPPTKG menetapkan status gunung tetap Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan BPPTKG periode pukul 00.00–06.00 WIB, satu guguran lava mengalir ke hulu Kali Krasak sejauh maksimum 1.000 meter, sedangkan empat guguran lainnya meluncur hingga 2.000 meter menuju hulu Kali Sat/Putih. Pada periode yang sama tercatat 16 kali gempa guguran dan 18 kali gempa hybrid atau fase banyak.
BPPTKG menyebut suplai magma masih berlangsung sehingga dapat memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Merapi berada dalam fase erupsi efusif jangka panjang sejak status dinaikkan ke Level III pada November 2020.
Potensi bahaya guguran lava dan awan panas mencakup Sungai Boyong hingga 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer di sektor selatan–barat daya. Di sektor tenggara, bahaya mencakup Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Warga diminta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya dan mewaspadai lahar serta awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi.
Aktivitas serupa terjadi sebelumnya. Pada 5 September 2026, Merapi mencatat 22 kali guguran lava ke Kali Sat dan Krasak sejauh 2 kilometer.
Merapi bukan satu-satunya gunung berstatus Siaga. Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, berstatus Level III sejak 2 Juli 2025, dan Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.