Banyuwangi Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Selama Long Weekend Mei 2026
Bagikan
20 Mei 2026 | Author :
Foto: Wisatawan memadati Banyuwangi saat long weekend Mei 2026. (Sumber foto: banyuwangikab.go.id)
Puluhan ribu wisatawan memadati Banyuwangi selama long weekend Mei 2026. Destinasi wisata hingga hotel dilaporkan penuh akibat lonjakan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi salah satu destinasi wisata favorit selama periode libur panjang Mei 2026. Lonjakan wisatawan terjadi sepanjang long weekend Kenaikan Isa Almasih pada 14–17 Mei 2026, dengan jumlah kunjungan mencapai puluhan ribu orang dan membuat tingkat hunian hotel di sejumlah kawasan wisata nyaris penuh.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, sebanyak 47.478 wisatawan tercatat mengunjungi berbagai destinasi wisata selama empat hari libur panjang tersebut. Dari jumlah itu, 46.685 merupakan wisatawan domestik, sedangkan 793 lainnya adalah wisatawan mancanegara.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut tingginya angka kunjungan menunjukkan Banyuwangi masih menjadi pilihan utama wisatawan untuk menghabiskan masa liburan.
“Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan,” ujar Ipuk dalam keterangannya.
Sejumlah destinasi wisata unggulan dipadati pengunjung selama periode tersebut. Hutan De Djawatan menjadi lokasi paling ramai dengan total 7.266 wisatawan. Kawasan hutan trembesi yang dikenal memiliki suasana rindang dan eksotis itu masih menjadi favorit wisatawan untuk berfoto dan menikmati wisata alam.
Selain itu, Pantai Pulau Merah juga dipadati 5.636 pengunjung. Sementara Pantai Marina Boom mencatat 4.965 wisatawan dan Kawah Ijen dikunjungi sekitar 3.297 wisatawan selama long weekend Mei 2026.
Tidak hanya wisata alam, destinasi hiburan keluarga di kawasan perkotaan seperti Banyuwangi Park juga mengalami lonjakan pengunjung. Dinas Pariwisata mencatat lebih dari 4.000 wisatawan datang ke lokasi tersebut selama libur panjang.
Meningkatnya arus wisatawan turut berdampak besar terhadap sektor perhotelan dan penginapan. Sejumlah hotel melaporkan okupansi mencapai 100 persen sejak awal masa liburan. Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center menjadi salah satu hotel yang seluruh kamarnya habis terpesan pada 14–15 Mei 2026.
Hal serupa juga terjadi di Villa Solong yang dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali. Selain hotel berbintang, homestay dan penginapan milik warga juga mengalami lonjakan tamu selama musim liburan.
Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, mengatakan lonjakan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi sektor pariwisata daerah. Tidak hanya hotel dan tempat wisata, pelaku UMKM, restoran, transportasi lokal, hingga industri kreatif turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama long weekend berlangsung.
Meningkatnya kunjungan wisatawan juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Didukung akses transportasi yang semakin mudah serta keberagaman destinasi wisata alam dan budaya, Banyuwangi kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.