HUT ke-16 BNPP, Tito Karnavian Dorong Perbatasan Jadi Halaman Depan Indonesia

Bagikan
19 September 2026 | Author :
Foto: Dok. BNPP
Tito Karnavian evaluasi kinerja BNPP di HUT ke-16, soroti capaian 15 PLBN dan dorong kawasan perbatasan jadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 BNPP RI sebagai momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mengoordinasikan pembangunan kawasan perbatasan. Evaluasi tersebut disampaikan Tito saat menghadiri peringatan HUT ke-16 BNPP RI di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Tito, momentum ulang tahun perlu dimanfaatkan untuk melihat kembali hal-hal positif yang telah dicapai BNPP, sekaligus mengidentifikasi capaian yang masih belum sesuai harapan agar arah kerja lembaga ke depan semakin jelas. Evaluasi berkala ini dinilai penting agar pelaksanaan tugas BNPP RI dapat terus diperbaiki dan lebih terarah.

Salah satu capaian yang mendapat sorotan khusus dari Tito adalah keberadaan sedikitnya 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang telah dibangun dan beroperasi di berbagai kawasan perbatasan Indonesia. Ia menegaskan bahwa PLBN tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas pelayanan lintas batas, tetapi juga menjadi representasi wajah Indonesia di wilayah terdepan negara. Menurutnya, pembangunan dan renovasi sejumlah PLBN telah menjadikannya sebagai gerbang sekaligus etalase bangsa dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga, dengan tata kelola yang dinilai sudah berjalan cukup baik.

Selain pembangunan infrastruktur PLBN, Tito turut mengapresiasi berbagai program BNPP RI di kawasan perbatasan, termasuk keterlibatan lembaga dalam penanganan bencana di sejumlah kabupaten perbatasan di Sumatera, serta upaya penyelesaian sengketa atau dispute perbatasan di kawasan Sebatik. Ia juga menyoroti kemajuan penyelesaian sejumlah segmen perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Timor-Leste sebagai bagian dari capaian positif BNPP selama 16 tahun terakhir.

Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap kawasan perbatasan. Ia mendorong agar wilayah perbatasan tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang atau backyard, melainkan sebagai halaman depan atau front yard Indonesia yang harus dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan perlu diarahkan tidak hanya dari sisi pengelolaan batas negara semata, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan pemerataan, kesejahteraan masyarakat, sekaligus berimplikasi positif terhadap sistem pertahanan negara di garis terdepan.

Ke depan, Tito meminta BNPP RI memperkuat sejumlah aspek, mulai dari program prioritas, rencana induk pembangunan kawasan perbatasan, koordinasi antarkementerian dan lembaga, hingga pelaksanaan evaluasi secara rutin. Ia turut menekankan pentingnya publikasi kinerja BNPP RI kepada publik agar capaian lembaga dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Sebagai catatan tambahan, BNPP RI sebelumnya juga telah membahas isu perbatasan dengan sepuluh negara tetangga, dengan target jumlah PLBN yang beroperasi dapat bertambah dari 16 menjadi 24 titik di masa mendatang, seiring semakin besarnya peran kawasan perbatasan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan wilayah Indonesia.
Baca Juga
• Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Dorong Industri EV Nasional
• Usut Tuntas! Komisi I DPR Dorong TNI Investigasi Menyeluruh Kasus Ledakan Amunisi di Garut
• Prabowo Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik Iran–AS
• Pramono Beberkan Alasannya Tunjuk Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol
• Menko Airlangga Akui Posisi Indonesia Dianggap Penting oleh AS
#BNPP #TitoKarnavian #Kemendagri #PLBN #PerbatasanIndonesia #HUTBNPP #BeritaPolitik #BeritaNasional
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.